Rocky Gerung: Pemindahan Ibu Kota Baru Kebijakan Konyol! Presiden Jokowi Melengkapi Kedunguannya

[PORTAL-ISLAM.ID] Akadmisi Rocky Gerung mengkritik kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi) yang memindahkan ibu kota Negara baru bernama “Nusantara”.

Menurut Rocky Gerung, pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur saat di Indonesia sendiri masih diterjang oleh pandemi Covid-19 merupakan langkah konyol.

Hal tersebut disampaikannya dalam tayangan video di kanal YouTube Rocky Gerung Official yang diunggah pada Selasa (18/1/2022).

“Tapi sekali lagi ini kebijakan yang agak konyol. Ditengah pandemi dalam upaya kita untuk bersiap-siap dengan ketegangan di Asia Pasifik dan China Selatan kita justru buang-buang ibu kota sebagai monument yang dimaksudkan sebagai pencitraan saja,” kata Rocky Gerung.

Selain itu Rocky Gerung juga menganggap harusnya Jokowi bisa berpikir jangka panjang mengenai proyek pemindahan ibu kota Negara.

Dengan memindahkan ibu kota Negara ke wilayah baru, pastinya akan membebani presiden baru di tahun 2024 mendatang.

Bahkan ada kemungkinan presiden baru nantinya bisa menggagalkan proyek pemindahan ibu kota Negara karena sudah sangking jengkelnya.

“Jadi banyak jebakan di situ, bayangkan kalau ada presiden baru dia anggap wah ini beban gue biarin gue pamerin itu sebagai kedunguan dan kebijakan Presiden Jokowi,” tuturnya.

“Lalu orang akan ingat Presiden Jokowi adalah yang memangkrakkan ibu kota itu kan buruk, karena enggak ada kalkulasi yang rasional,” sambungnya.

Rocky Gerung menyebut proyek pemindahan Ibu Kota Negara melengkapi kedunguan Presiden Jokowi.

"Kalau saya baca Presiden Jokowi ingin segera dicatat sebagai orang yang membuat sejarah, karena itu dia pindahkan Ibu Kota Negara. Dan begitu Ibu Kota gagal pindah... orang menganggap bahwa Presiden Jokowi melengkapi kedunguannya -sebagai presiden ya, bukan sebagai orang- yang tidak paham public policy dan aturan-aturan lingkungan hidup," kata Rocky Gerung. 

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO:

[FIN]