UCAPAN SELAMAT NATAL di AL-QURAN???

UCAPAN SELAMAT NATAL DI AL-QURAN???

Oleh: M Syukron Fauzi

Viral ucapan seorang tokoh yang menyatakan ucapan selamat natal ada di Quran, dengan dalil ayat ini:

"Dan kesejahteraan/keselamatan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (Q.S. Maryam: 33)

Paling tidak ada 6 kesalahan fatal menjadikan ayat tersebut sebagai dalil ucapan Selamat Natal:

(1) Yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Nabi Isa, bukan Yesus Tuhannya umat "Nasrani zaman ini".

(2) Nabi Isa beragama Islam (pembawa tauhid, utusan Allah di zamannya), sedangkan Natal bukan dari umat Islam.

(3) Nabi Isa adalah utusan Tuhan, bukan anak Tuhan.

(4) Yang disalib bukan Nabi Isa, tetapi pengikutnya Nabi Isa yang diserupakan. Dalilnya An-Nisaa: 157

Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa."

(5) Kelahiran Nabi Isa sendiri bukan di tanggal 25 Desember. Ada sejarah panjang tarikh Masehi yang berubah-ubah dan sejarah penetapan Natal.

(6) Ayat tersebut adalah ucapan syukur dan doa Nabi Isa atas dirinya sendiri saat kelahiran, kematian, dan kebangkitan. Berbeda konteks dengan ucapan dan perayaan Natal oleh orang-orang zaman ini.

Bagaimana mungkin kita muslim bisa bergembira dengan ucapan yang dengannya langit hampir pecah, bumi terbelah, dan gunung runtuh saking dahsyat kerusakan dan kemunkarannya???

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Maryam: 88-92)

Untukku agamaku, untukmu agamamu, mari saling bertoleransi, bukan mengkombinasikan keyakinan, lawan paham pluralisme dan liberalisme! 

(fb)