SURGA DUNIA...

SURGA DUNIA...

Ada ungkapan seorang ulama
yang mungkin lupa untuk renungkan:

“Siapa yang tak merasakan 
nikmatnya Surga Dunia,
Maka ia takkan merasakan 
nikmatnya Surga Akhirat...”

Duhai, 
Surga Dunia apakah yang dimaksudnya?

Las Vegas?
Pattaya?
Genting Highland?
Paris?
Tepian Cassablanca?

Sudah pasti bukan.

Surga Dunia yang dimaksudnya adalah
Surga yang tercipta di dalam jiwamu,
saat engkau cicipi lezatnya menghamba
pada Allah, Sang Penguasa semesta.

Surga Dunia yang dimaksudnya adalah
Surga yang berbunga di taman hatimu,
saat engkau cicipi nikmatnya menghamba
HANYA padaNya, Sang Pencipta segala.

Surga Dunia yang dimaksudnya adalah
Surga yang menari-nari di Qalbumu,
saat engkau nikmati lisanmu berdzikir
sepenuh rindu dan cemas HANYA padaNya.

Surga Dunia yang dimaksudnya adalah
Surga yang bersenandung di dirimu,
saat merindu tak terkira pada akhirat,
dan tak lagi menaruh hati pada dunia.

Itulah “Surga Dunia” sehakikat-hakikatnya.

Ada di dalam dirimu, dan tidak kemana-mana.

“Apa yang dapat diperbuat musuhku padaku,
Surgaku ada di dalam hatiku,
ke mana saja aku dihempaskan,
Surgaku akan selalu ada bersamaku...,”

begitu ungkap Ibnu Taimiyah suatu waktu.

Itulah Surga Dunia,
yang jika engkau tak pernah cicipinya di dunia,
usahlah lagi berharap cicipi Surga di alam sana.

Kerna itu berarti:
Hidupmu jauh dariNya.
Hidupmu terhisap cinta pada dunia.
Ah, itulah sehampa-hampa dan segersang-gersang hidup...

Wallahul Musta’aan...

(Muhammad Ihsan Zainuddin)