Para Pelanggar Hukum Bisa "Meneladani" Rachel Vennya

Yang sudah terbukti melanggar hukum dan memamerkan pelanggarannya ke publik.

Yang sudah mengaku menyuap petugas 40 juta agar bisa lolos tidak dikarantina.

Yang sudah berbohong kepada aparat dan memberikan bukti palsu hasil manipulasi datang ke wisma, pura-pura ikut karantina padahal cuma sekedar numpang foto biar orang percaya kalo dia ikut karantina.

Yang petantang-petenteng pamer beckingan.

Tetapi dihukum ringan bahkan bisa "bebas" begitu saja!!!

Hakim bilang dia sopan, makanya gak di penjara.

Sungguh ini pelajaran berharga bagi para pelanggar hukum lainnya.

Para maling, pembunuh, penculik, penipu pemerkosa, penganiaya, pemakai narkoba, koruptor, predator, provokator, dan sebangsanya bisa meneladani si Rachel Venya ini.

Mereka bisa bersikap sopan di pengadilan. Pasang muka melas di persidangan. Setting suara menyek-menyek agar terkesan lemah namun menggemaskan saat didengar. Lalu tataplah semua dengan mata sendu dan hidung berair. Serta menangislah selalu saat tampil di wawancara sambil bilang:
"nyesel, nyesel, nyesel"
Meski dalam hati merasa:
"kesel, kesel, kesel" karena ketahuan. 🙄

Terus jangan lupa. Kalo punya anak, jadikan juga anak sebagai alasan untuk melanggar hukum. Biar kesannya mulia banget gituh terus dapetin rasa kasian. Peduli amat soal moral dan kejujuran. Anak biasa ditinggal-tinggal buat pacaran dan party kesana-kemari, etapi pas ketahuan melanggar bilang karena kangen anak. Sungguh meng(g)harukan!

Siapa tahu nanti tuh bisa mendapat keringanan hukum seperti si Rachel Venya. Biar salah gak dipidana. Cuma kena denda seiprit. Ngendorse baju satu juga ketutup. Asoyyyy.

Lupakan rasa keadlian untuk masyarakat.
Yang penting hakim bisa memutus bebas.

Masyarakat yang diperlakukan tidak adil itu bukan urusan para pelanggar hukum macam si Rachel Venya. Bukan juga jadi bahan pertimbangan hakim yang menjunjung tinggi kesopanan sikap dalam persidangan.

Salah sendiri kalian jadi rakyat biasa. Gak terkenal, bukan selebgram, gak punya banyak uang dan gak ada beckingan. Jadi ngelanggar dikit kena getok, deh. Beda sama si Venya. Banyak melanggar tapi malah mangkin banyak-banyak disayang. Uhuyyy...!!!!

Ttd. 

(Herawati Aisha Rara)