Urusi MUI Romo Benny Disuruh Ngaca, Baca Ini: Vatikan Organisasi Gay, Buku Baru Ungkap 'Korupsi dan Kemunafikan' Vatikan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Romo Antonius Benny Susetyo, staf khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menuai kecaman luas karena ikut campur dalam persoalan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"MUI HARUS BERBENAH, JANGAN JADI SARANG KELOMPOK RADIKAL," kicau Romo Benny di akun resmi twitternya @susetyopr, Sabtu (20/11/2021).

Pernyataan Romo Benny ini menyusul ditangkapnya salah seorang anggota Komisi Fatwa MUI Dr. Ahmad Zain An-Najah oleh Densus 88.

Pernyataan Romo Benny ini sontak menuai kecaman luas Umat Islam karena sudah loncat pagar urusi agama orang lain.

"Orang kafir @susetyopr ini, selalu lompat pagar. Sejatinya orang seperti ini tak pantas di @BPIPRI. Kebencian ke Islam sudah mendarah daging. Tukang adu domba. Benny, nalarmu nyungsep!!!" ujar wartawan senior Edy A Effendi @mihrabku.

Netizen muslim juga minta Romo Benny untuk ngaca diri, salah satunya untuk baca berita BBC soal Vatikan.

'Vatikan organisasi gay': Buku baru ungkap 'korupsi dan kemunafikan' Vatikan

Setelah merampungkan misa dan menggantungkan jubah mereka di gereja, "ribuan" pastor Katolik Roma menikmati kehidupan gay di ibu kota Italia.

Itu adalah salah satu pernyataan yang dilontarkan wartawan Prancis, Frederic Martel, lewat bukunya yang diluncurkan pada Kamis (21/2) berjudul "In the Closet of the Vatican".

Buku itu diterbitkan pada hari ketika Gereja Katolik memulai pertemuan khusus di Roma untuk membicarakan strategi melawan pedofilia di lingkungannya.

"Buku ini adalah hasil penyelidikan yang saya lakukan selama empat tahun. Saya mengunjungi sejumlah negara dan mewawancara puluhan kardinal, uskup, anggota seminari dan orang-orang yang sangat dekat dengan Vatikan," kata Martel kepada BBC.

Dia mengatakan telah mewawancarai 41 kardinal, 52 uskup, lebih dari 200 pastor, anggota seminari, serta diplomat dalam penyelidikannya.

Buku mengejutkan ini dikeluarkan bersamaan dengan dimulainya pertemuan khusus gereja untuk membicarakan pelecehan seksual.

Martel mengatakan keadaan masyarakat dan sejarah mengubah kepastoran menjadi pelarian bagi ratusan pemuda yang dipersekusi di desa mereka karena seksualitasnya. Ini membuat gereja menjadi "sebuah lembaga yang sebagian besar dibentuk oleh para homoseksual".

"Saya menemukan Vatikan adalah sebuah organisasi gay pada tingkat tertinggi, sebuah struktur yang dibentuk terutama oleh homoseksual yang menekan seksualitasnya sepanjang hari, tetapi di malam hari sering kali menyewa taksi untuk mengunjungi bar gay," tulisnya.

Salah satu sumber Martel mengatakan 80% pastor di Vatikan adalah gay, tetapi penulis Prancis tersebut tidak bisa secara independen mengkonfirmasi datanya.

Dia mengatakan dirinya menemukan bukti ribuan pastor menikmati gaya hidup yang mereka kecam saat misa.

Martel adalah seorang wartawan dan sosiolog yang bekerja untuk pemerintah Prancis.

BBC telah menghubungi Vatikan untuk mendapatkan komentar terkait dengan tuduhan Martel tetapi tidak segera mendapatkan jawaban.