Mang Ole

Mang Ole

Kalian mungkin belum lahir, saat MU melawan Muenchen di final piala Champions tahun 1999. Saya nonton pertandingan ini di asrama kampus, tempat kuliah. 26 Mei 1999. Wah seru, crazy.

MU tertinggal 1-0, padahal waktu 90 menit telah habis. Injury time. Fans MU siap-siap bersedih hati. Fans Muenchen siap-siap merayakan champione.

Eh, di menit 90+1, Sheringham, pemain MU bikin gol. 1-1. Rusuh sudah yang nonton. Pendukung MU berteriak-teriak histeris. Pendukung Muenchen terdiam.

Menit 90+3, fantastis! Mang Ole, yang waktu itu jadi pemain pengganti, menyusul bikin gol. Dia baru dimasukkan di menit 81. Super subs! Pemain pengganti super.

Kantin asrama tempat gw nonton kacau balau. Meja terbalik, kursi terjungkal. Entah apa yg dilemparkan. 90.000 penonton di Camp Nou juga tak kalah berteriak-teriak. Pun puluhan juta penonton final tsb di seluruh planet Bumi. Tidak menyangka, tidak menduga, MU yang di ujung tanduk, hanya dalam waktu 2 menit mengubah score. Jadi juara!

Kiper Muenchen, Oliver Khan tertunduk lesu. Pemain-pemain Muenchen seperti Lothar Matthaus, dll terduduk kalah. Itu nama-nama pemain top era tsb. Mereka dibungkam oleh Mang Ole. Penyerang dengan wajah imut itu (dulu pas jadi pemain, dia baby face sekali).

Mang Ole adalah salah-satu legenda di MU. Tidak bisa dibantah. Saya saja, waktu final ini, belain MU.

Sungguh, bagi penikmat bola, menyaksikan pertandingan yg seru, dramatis, saling serang, adalah kenikmatan tersendiri. Dan Mang Oleh adalah bagian dari permainan keren tsb.

Sayang, Mang Ole memang bukan pelatih sehebat saat dia main. Tidak selalu begitu rumusnya memang. Lihatlah, dengan skuad kelas berat di MU, Mang Ole gagal meramunya menjadi kesebelasan mengerikan seperti era dia main.

Selamat jalan Mang Ole. Thx sudah memberikan hiburan selama jadi pelatih. Dia memang pelatih yang lucu. Sy tdk akan bersedih hati gara-gara Mang Ole pergi. Toh, dia berhenti jadi pelatih MU, pesangonnya ratusan milyar. Lah, kita? Kerja sampai mati belum tentu dapat segitu. Apalagi Harun Masiku, juga politisi2 maling lainnya. Sudah korup kemana2, kalah sama pesangon Mang Ole.

Semoga MU kembali ke top klasemen. Ayolah, tdk seru jika MU terus begini.

Respek.

(By Tere Liye)