AMBYARRR!!! Balapan Pertama Sirkuit Mandalika Dibatalkan, Persiapan Amburadul, Memalukan!!

[PORTAL-ISLAM.ID]  MANDALIKA - Kabar kurang mengenakan datang dari di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di mana dua balapan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021 dipastikan batal digelar. 

Balapan dibatalkan karena Sirkuit Mandalika tak bisa memenuhi syarat minimal marshal (petugas lintasan) yang bertugas di setiap pos sebagai bentuk pengamanan. 

Sebagaimana diketahui, Sirkuit Mandalika rencananya akan debut sebagai lintasan balap Internasional pada ajang IATC 2021. Balapan ini akan berlangsung pada 12-14 November 2021. 

Sesi kualifikasi sendiri sudah berlangsung pada Sabtu 13 November 2021. Tetapi, dua balapan yang seharusnya diadakan pada hari Minggu tak bisa diselenggarakan sesuai rencana. 
 
Seharusnya, balapan pertama IATC Mandalika 2021 berlangsung pada pukul 11:00 WIB. 

Sedangkan balapan kedua dijadwalkan mulai berjalan pada pukul 15:00 WIB. 

Sayang, balapan pertama kemudian harus dibatalkan. 

Hal itu menyusul minimnya marshal atau petugas lintasan yang tersedia. Awalnya balapan kedua sempat diharapkan dapat diadakan, namun masalah serupa juga menghadang.

Menurut peraturan FIM, seharusnya terdapat setidaknya ada delapan orang marshal di setiap pos. 

Namun, hal tersebut tidak bisa dipenuhi oleh pihak Sirkuit Mandalika. 

Padahal, setiap pembalap yang ikut telah masuk ke lintasan dan bersiap untuk memulai balapan. 

Namun, mereka kemudian terpaksa kembali, karena minimnya petugas yang ada di lintasan. 

Keberadaan marshal sendiri sangat penting untuk menjamin keselamatan pembalap. Setiap pos diwajibkan terdapat tim medis dan petugas lain, jika terjadi hal tak diinginkan.

Kenapa Marshal bermasalah?

Ada penuturan dari @Kania_Pandhora yang adiknya jadi marashal di Mandalika:

"Adik saya sebagai marshall,mereka ndak dikasi makan sama minum terus nggak diupah minimal uang transportasi ndak ada. dan parahnya lagi seragam mereka dikumpulkan lagi bercampur dengan baju marshall2 yang lain kalo begitu kan jadi sarang penularan penyakit."

"Perlengkapan mereka juga ndak mencukupi seperti HT dan papan nomer di sudut 17B tempat adik saya bertugas disana tadi pagi tidak ada papan nomornya dan juga kemarin dia kehausan terus diberi minum oleh orang bule yang lewat saking tidak adanya konsumsi dari panitia."