RIBUT MAULID NABI

RIBUT MAULID NABI ﷺ

Seharusnya kaum muslimin saat hari kelahiran Nabi ﷺ banyak bersholawat dan mengingat kembali Sirah beliau yang mulia.

Bukan malah ribut terus, bid'ah atau tidak bid'ah.

Pembahasan bid'ah maulid selalu berulang-ulang, seolah tak ada titik temunya. Jika dirasa-rasa di Indonesia ini, 12 Rabiul Awwal bukan moment mengingat Nabi ﷺ mulia terlahir, tapi moment umatnya berantem.

Astaghfirullah.

Saya rasa apa yang disampaikan Dr. Mawardi Muhammad Shalih وفقه الله, yang mana beliau belajar lama di Madinah hingga 15 tahun, menarik untuk kita ungkap di sini. Sebab beliau merasakan bagaimana setiap waktu para Masyayikh memperingatkan maulid itu bid'ah.

Bahkan ada seorang guru beliau bernama Syaikh Sulaiman, yang setiap kali bertemu dengan Dr. Mawardi selalu memperingatkan tentang maulid, "Hai Mawardi, kamu harus beritahu umat bahwa maulid itu bid'ah."

Hingga suatu saat ada 10 Syaikh Madinah mengadakan daurah di Riau, salah satunya adalah Syaikh Sulaiman, sedangkan Dr. Mawardi ditunjuk sebagai guide.

Daurah itu pas bertepatan dengan Rabiul Awwal, Dr. Mawardi merasa ini kesempatan menunjukkan kepada Syaikh apa itu maulid di Indonesia. "Ya Syaikh, mari kita hadiri maulid, silakan Anda sendiri yang menghukumi." Ucap Dr. Mawardi.

Acara maulid pun dimulai, diawali dari protokol, tilawatul Quran, ceramah, doa, dan penutupan. Syaikh yang menyimak dari awal hingga akhir, bertanya kepada Dr. Mawardi, "Mana maulidnya?"

Dr. Mawardi menjawab, "Itu tadi maulid."

Syaikh menimpali, "Itu bukan maulid, itu majelis ta'lim."

Subhanallah, di sini disimpulkan oleh Dr. Mawardi bahwa jika maulid hanya ta'lim sebagai moment mengingat Nabi ﷺ, itu bukan bid'ah, dan silakan hadir.

Rata-rata yang diadakan di Indonesia hanya sebatas ta'lim, membaca sirah dan perjuangan Nabi ﷺ. Meskipun ada pula yang berlebihan mengatakan bahwa ruh Nabi Muhammad ﷺ ikut hadir dalam acara maulid, ini yang kita tak setuju.

Kiranya sangat baik fatwa Al Allamah Al Qadhi Muhammad bin Ismail Al Amrani رحمه الله yang bersikap, maulid silahkan, tidak pun silahkan. Saya kira ini lebih damai.

Damailah Indonesiaku. 😊✌️

Semoga bermanfaat. 🙏

(Catatan Muizz Abu Turob)

Referensi :
1. Dr. Mawardi :
https://youtu.be/YYaYsEt6GT8, menit ke 01.28.00
2. Al Qadhi Al Amrani :