Program "Semua Bisa Makan", Tuntutan Untuk Membatalkan Formula E Jadi Tak Relevan

Program "Semua Bisa Makan", Tuntutan Untuk Membatalkan Formula E Jadi Tak Relevan

By Darby Jusbar Salim

Pihak yang berseberangan dengan Gubernur Anies menuntut agar balap Formula E dibatalkan. Demikian pula sekelompok orang demo ke Balaikota, untuk menentang rencana penyelenggaraan ajang balap Formula E. Salah satu alasan yang diusung dalam tuntutan itu adalah "Rakyat Butuh Makan Bukan Balap Formula E". 

Menentang boleh saja akan tetapi seharusnya paham masalahnya dulu, lagipula apa kaitan antara butuh makan dengan balap formula E tersebut.

Sebagaimana biasanya, Gubernur Anies yang low profile ini, selalu menjawab kritik dengan karya nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Berangkat dari pernyataan "kita tidak ingin di Jakarta ada yang lapar", kemarin ini Gubernur Anies meluncurkan Program Makan Gratis, dalam upaya memenuhi kebutuhan kaum dhuafa yang dinamakan Program "Semua Bisa Makan". Program ini melibatkan ratusan rumah makan, yang diluncurkan di Warung Sayur Asem Ibu Wardah, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Pihak-pihak yang terlibat dalam program ini antara lain Pemda Kota Administrasi Jakarta Selatan, PT. Paragon Tech. & innov. Baznas RI, Bank DKI Syari'ah, Bank BSI, dan Kawan Baik. Di tahap awal saja program "Semua Bisa Makan" ini sudah melibatkan 300 Rumah Makan, yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Rencananya akan mencapai 1.000 rumah makan. Dalam pelaksanaannya dengan menggunakan Voucher yang bisa diperoleh di Majelis Ta'lim, Kantor Kelurahan atau pun PKK. Semua warga bisa makan gratis, tentu prioritas utama untuk kaum dhuafa.

"Sayangi mereka yang datang untuk makan dengan membawa voucher, hadapi mereka bukan sebagai yang membutuhkan, tapi sebagai yang membuka pahala anda semua," demikian pesan Gubernur Anies kepada para pemilik Rumah Makan.

Kalau sudah begini, tuntutan pembatalan Balap Formula E dengan alasan "rakyat butuh makan daripada balap Formula E" menjadi tidak relevan. Bukankah dengan adanya "Program Semua Bisa Makan" sudah menjawab semuanya. 

Begitulah cara Gubernur Anies dalam menjawab tentangan dari pihak seberangnya, terhadap program yang dijalankannya. Dengan Karya dan kerja nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat luas. 

Jumat, 8 Oktober 2021