PEMUDA PEMBEBAS TANAH INDIA

PEMUDA PEMBEBAS TANAH INDIA

Pemuda selalu menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah.

Tak terbayangkan bagaimana Muhammad bin al-Qashim ats-Tsaqafi memimpin pasukannya membebaskan anak benua India, di usianya yang masih sangat muda.

Ia adalah bagian dari doa Rasulullah SAW yang diijabah saat dianiaya penduduk Thaif dalam misi dakwahnya. 

Saat manusia yang mulia itu diusir penduduk Thaif, malaikat penjaga gunung berkata, "Wahai Muhammad. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu (penduduk Thaif) terhadapmu. Aku adalah malaikat penjaga gunung dan Rabb-mu telah mengutusku kepadamu untuk engkau perintahkan sesukamu, jika engkau suka, aku bisa membalikkan Gunung Akhsyabin ini ke atas mereka."

Nabi dengan lembut berkata kepada Jibril dan malaikat penjaga gunung, "Walaupun mereka menolak ajaran Islam, aku berharap dengan kehendak Allah, keturunan mereka pada suatu saat akan menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya." Nabi bahkan berdoa yang artinya, "Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui."

Muhammad bin al-Qashim ats-Tsaqafi adalah cucu Muhammad bin al-Hakam, pembesar Bani Tsaqif yang secara turun temurun tinggal di wilayah Thaif.

Sejak kecil Muhammad bin al-Qashim ats-Tsaqafi sudah menunjukkan kecerdasan dan bakat kemiliterannya. 

Kemampuan berkuda dan mengayunkan pedang dikuasainya dengan cepat di usia belia. Juga leadership, keberanian, jiwa komando, serta keteguhan hati.

Saat seusia Gen Z hari ini, 15 tahun (ada yang menyebutkan 17 tahun), ia ditunjuk untuk memimpin ekspedisi membebaskan anak benua India.

Tak tanggung-tanggung, ia memimpin 20.000 pasukan terbaik, Beban berat disematkan ke pundaknya, karena dua ekspedisi militer sebelumnya ke anak benua India, yang dikomandoi Abdullah bin Nahban dan Budail bin Thahfah al-Bajali, mengalami kekalahan yang cukup tragis.

Satu per satu kota berhasil dibebaskannya. Untuk menandai kemenangan, ia mendirikan masjid di setiap negeri yang berhasil dibebaskannya, dari Dibal hingga Punjab.

Pasukan Sindh berhasil dikalahkan dan Raja Dahir Sen tewas di medan pertempuran. Ibu kota Sindh jatuh ke tangan pasukan Muslimin.

Setelah wilayah-wilayah strategis berhasil dibebaskan, jihad dilanjutkan melalui jalan dakwah. Penduduk berbondong-bondong masuk Islam yang menghilangkan sekat kasta yang membelenggu mereka selama ini.

Islam yang mendudukkan manusia sesuai derajat ketakwaan. Islam yang membebaskan. Membawa mereka dari kegelapan menuju cahaya terang, disambut suka cita.

Panglima Muhammad bin al-Qashim ats-Tsaqafi (695 – 715) wafat dalam usia yang masih sangat muda 20 tahun.

(Uttiek)