"Opo...? Tak tembak kamu ya?"

MUAK !!

Saya kira episode membangongkan ala Pak Wi, sudah tidak laku lagi.

Masih ingatkan dulu Iklan Baliho Super Besar dari seseorang Berbaju Putih:
Baju seharga seratus ribu, tidak pakai perhiasan, celana seratus sepuluh ribu, dan sepatu seratus enam puluh ribu.

Tagline kampanyenya : Jujur - Merakyat - Sederhana.

"Ini baru Capresku" kata seorang Kawan dengan luapan rasa bangga yang tidak bisa dia sembunyikan.

Saya cuma ngakak. Sambil menyodorkan data kekayaan si Baju Putih.

Data dari Laporan dia semasa masih jadi Walikota Oslo. Hartanya 18 miliar lebih. Punya mobil sebelas bidji!

Punya usaha Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Pertanian, Kehutanan dan Pertambangan. Simpanan ada Rupiah dan ada Dolar. Anak Kuliah di Singapur, wuih...

Naik jadi Governor Batavia, penerus Jan Pieterszoon Coen, hartanya pasti bertambahlah. Kemana deal proyek Bus Transbatavia sebanyak 656 unit.

Si Kawan terpelongok. Persis Capres yang barusan dia puja-puji.

"Apa you pikir Baliho sebesar rumahmu itu murah? Itu namanya pendunguan berjamaah. Ngiklan sederhana tapi berbiaya mahal"

Tapi begitulah. Si Baju Putih tetap menang. Karena rakyat di Negerinya memang Pecinta Sinetron.

Alhasil, ekonomi memburuk, hutang negara semakin menumpuk dan nilai mata uang mereka semakin memburuk.

Rasakno!

Sekarang muncul lagi versi wadon. Lumayan berprestasi sih. Tapi sama dengan yang lanang. Kelasnya masih satu kota. Kalau dipaksa urus sak negara, ya ujung-ujungnya semua orang menderita.

"Kamera ekseyennn!"

Ambil sapu. Menyapu. Buat opo nduk?

Beresin tugasmu. Data orang miskin senegeri ini. Datanya masih tumpang tindih. Ada yang punya mobil dua tiba-tiba dapat bantuan raskin. Sementara yang benar-benar miskin sama sekali tidak tersentuh bantuan.

Ojo kerjanya cuma bisa marah-marah. Ngamuk sana-sini persis Kebo baru beranak.

"Opo...? Tak tembak kamu ya?"

(By Azwar Siregar)