Kelompok pro-Israel menyerang Netflix karena menampilkan film-film Palestina

[PORTAL-ISLAM.ID]  Netflix meluncurkan koleksi baru film Palestina. Kelompok pro-Israel telah menyerang langkah tersebut.

Pada tanggal 14 Oktober koleksi 32 film Palestina mulai streaming di Netflix, termasuk film oleh sutradara pemenang penghargaan seperti Annemarie Jacir, Basil Khalil, dan Elia Suleiman.

“Diversifikasi konten kami sangat dekat dengan hati saya saat Netflix bekerja untuk menjadi rumah bagi Sinema Arab, tempat di mana siapa pun di dunia dapat mengakses kisah-kisah Arab yang hebat,” kata Direktur Akuisisi Konten untuk Netflix MENAT Nuha El Tayeb dalam sebuah pernyataan di situs web perusahaan. 

“Kami percaya bahwa kisah-kisah hebat berjalan di luar tempat asalnya, diceritakan dalam bahasa yang berbeda dan dinikmati oleh orang-orang dari semua lapisan masyarakat dan, dengan koleksi Cerita Palestina, kami berharap dapat memperkuat kisah-kisah indah ini kepada khalayak global. Sementara cerita-cerita ini jelas dan otentik Arab, tema dasarnya manusia, dan akan beresonansi dengan penonton di seluruh dunia. Itulah keindahan sebenarnya dari sinema,” tuturnya.

Sutradara Palestina Ameen Nayfeh, yang film pendeknya sangat terkenal The Crossing termasuk dalam koleksi tersebut, mengatakan kepada Reuters bahwa ini adalah momen besar bagi representasi Palestina.

“Inilah mengapa kami membuat film, karena kami ingin cerita kami dapat bepergian, kami ingin orang-orang tahu tentang kami,” kata Nayfeh. 

“Sekarang ketika Anda mengetik Palestina di tombol pencarian di Netflix, Anda akan melihat begitu banyak judul berbeda yang dapat Anda tonton. Sebelumnya, ketika saya mengetik Palestina, saya akan mendapatkan judul-judul film Israel,” ungkapnya.

Beberapa organisasi pro-Israel menyerang masuknya film Palestina, salah satunya Im Tirtzu, sebuah kelompok Zionis sayap kanan dengan dugaan koneksi ke gerakan fasis.

“Sangat memalukan bahwa Netflix menampilkan film propaganda yang disutradarai oleh pendukung BDS (BDS = gerakan boikot Israel) yang tujuan utamanya adalah untuk memfitnah dan mendelegitimasi satu-satunya demokrasi di Timur Tengah (maksudnya Israel adalah satu-satunya negara demokrasi di Timteng),” kata CEO Im Tirtzu Matan Peleg. 

“Jika Netflix ingin menceritakan kisah Palestina, itu harus dimulai dengan menghubungi ribuan keluarga Israel yang berduka yang menjadi korban terorisme Palestina,” ujarnya.

“Netflix mengangkat suara-suara yang secara aktif menentang kerja sama dengan Israel dan menentang perdamaian,” cuit kolumnis Jerusalem Post Emily Schrader. 

“Konten ini tidak akan membebaskan Palestina juga tidak akan membuat seperti lebih baik atau lebih dipahami oleh kedua belah pihak,” ujarnya.

Berikut ini list 32 film Palestina yang tayang di Netflix (area Timur Tengah):