Dua Pejabat Daerah Ngamuk Soal Gaya Marah-Marah Mensos Risma

[PORTAL-ISLAM.ID]  Menteri Sosial Tri Rismaharini yang dikenal sering meledak-ledak akhirnya mendapat kritikan. Jika sebelumnya gaya meledak Risma mendapat sorotan pujian, kali ini Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie justru kencang kritik gaya meledak Risma.

Rusli mengungkap tidak terima dengan sikap Risma yang saat mengadakan pertemuan lintas institusi daerah di Gorontalo, memperlakukan warganya yang menjadi pegawai PKH dengan cara ditunjuk atas kinerja tidak maksimal.

Aksi meledak Risma tersebut sebelumnya viral di media sosial, dimana Menteri Sosial ini kembali melakukan gaya yang sudah sering diperlihatkannya sejak menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

“Saya saat melihat video tersebut sangat prihatin dan tidak menyangka terhadap sikap bu Menteri dengan sikap yang tidak baik tersebut,” ungkap Rusli saat di wawancara media.

Lebih jelas Rusli mengingatkan kepada Risma, sebagai pejabat negara untuk bersikap baik di depan rakyatnya. Terlebih saat berkunjung ke kampung orang, dengan cara yang tidak sesuai.

“Menunjuk-nunjuk dan memarahi anggota PKH dengan cara marah-marah membuat hati saya sedih,” katanya.

“Pangkat dan jabatan harus kita jaga, tidak ada artinya jika semua ini kita tinggalkan. Kalaupun dia yang salah ya di koreksi, tidak perlu marah di depan umum seperti itu,” jelas Rusli.



Gaya meledak Risma bikin geram Bupati Alor

Kejadian gaya meledak Risma sebelumnya juga mendapat kritikan langsung dari Bupati Alor, Provinsi NTT. Saat itu Bupati Amon Jabo terekam sedang memarahi staff Kementerian Sosial.

Nampak dalam video tiga menit itu, Amon yang menggunakan kemeja batik berwarna hitam coklat lengan pendek tengah memarahi seseorang yang diketahui merupakan staf di Kementerian sosial (Kemensos).

“Dorang besok tidak boleh ada disini. Besok kamu pulang sudah! Saya kasi ingat kamu, kamu pulang sudah! Besok saya bikin surat ke Presiden,” tekan Amon.

Usai memarahi staf Kemensos, Bupati Alor nampak menyinggung Mensos Risma,

“Dia pikir dia terlalu hebat apa? Pimpin Surabaya hanya tanam bunga pohon saja kok, tau apa dia? Apa dia tu?” katanya.

“Kastau deng dia tu! Sebentar kasitau dia bupati marah betul, kau punya laporan kasi Presiden tu,” sambungnya.

Amon pun mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan yang menurutnya harus disalurkan langsung kepada penerima.

“Coba sekarang bilang. Itu program pusat, betul tidak? Untuk apa? Untuk keluarga harapaan. Miskin itu,” tegasnya.

Menurutnya, penyaluran bantuan itu ada di bawah kendali pemerintah, bukan DPRD.

“Bagaimana dia bilang DPR. DPR mana tu?” katanya.

Dalam video itu, Amon Djobo juga nampak langsung ngegas Mensos Risma.

“Menteri bodok model begitu. Masih lebih baik ibu Kofifah. Pantas model begitu tu, tempat (Kemensos) itu korupsi. KPK tangkap lagi. Nanti saya suruh dia (KPK),” katanya.

Ia lantas mengusir staf Kemensos itu dan secepatnya angkat kaki dari Alor.

“Kamu tidak menghargai pemerintah yang kerja. DPR mana itu. Itu kan orang caplok. iya to?”

“Bantuan itu dari pengurus PKH, baru bilang Presiden yang perintah untuk dia yang bagi. Dari mana itu, yang model begitu?” ujarnya.

Amon Djobo lantas kembali menyebut Risma sebagai menteri bodoh.

“Lalu itu Menteri omong lurus saja begitu. Berarti dia juga tidak mengerti pola bantuan sampai ke bawah. Menteri bodok model begitu!” ucapnya.

Ia menyatakan, sebagai pejabat, seharusnya lebih dulu berfikir baru setelah itu bicara.

“Kau pikir kita di daerah ini bodok barangkali? DPR mana tu? Sekarang kau datang kau bilang baru 13 orang, sembarang saja kau,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Bupati Alor juga mengancam akan melempar staf Kemensos itu dengan kursi.

“Saya lempar kau dengan kursi baru kau tobat nanti. Kau datang bukannya tanya kami, lu pi tanya orang lain,” hardiknya.

“Kau di kementerian golongan berapa kau?” tanya Amon yang lantas dijawab seseorang di antaranya golongan empat.

“Ah pantas kau bodok. Saya IV E, kau mengerti? Setan lu!” [hops]