Dituduh Diksriminatif dan Radikal, Anies: Tolong Tunjukkan Kebijakan Mana yang Diskriminatif

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara soal kebijakan-kebijakannya yang kerap dikritik karena tidak berpihak kepada masyarakat. Termasuk anggapan terkait dirinya yang dikaitkan dengan radikal.

Anies menjelaskan, semua kritikan dan anggapan negatif itu akan dijawab seiring dengan berjalannya waktu.

"Jadi jawabannya gini, tolong tunjukkan kebijakan mana yang radikal dari Gubernur DKI. Tolong tunjukkan kebijakan mana yang diskriminatif dari Gubernur DKI. Tolong tunjukkan kebijakan mana yang tidak mengayomi kepada semuanya," kata Anies saat menjadi pemateri dalam workshop yang digelar DPP PAN di Bali, dilihat dari YouTube PAN TV, Rabu (6/10).

Jika tidak ada satu pun bukti kebijakan yang diskriminatif itu, Anies meminta orang-orang yang menuduhnya untuk berhenti berbicara.

"Kalau tidak ada batalkan semua tuduhan-tuduhan itu. Sederhana. Nah justru kami itu menjangkau kepada semua," ucap Anies.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada jajaran Fraksi PAN di DPRD DKI yang sudah mendukungnya selama ini.

Anies kemudian mencontohkan saat Pemprov DKI mengeluarkan biaya operasional bagi tempat ibadah untuk semua tempat ibadah sebesar Rp 1 juta per bulan. Termasuk bagi orang-orang yang menjaga tempat ibadah tersebut.

"Mereka terima. Apa yang terjadi? Apa yang saya ceritakan ini, Mpok, ini membangun persatuan. Ini membangun perasaan kebersamaan, ini membangun kesetaraan, membangun persatuan, membangun kesetaraan itu kerja tidak tampak," tutur Anies.

"Pemerintah ketika menghadirkan perasaan kesetaraan perasaan keadilan, perasaan kesamaan lewat program-program intervensi itu bukan tidak sadar, bahwa ini sesungguhnya adalah membangun proses kebersamaan. Ketika itu tidak ada baru kita merasa kehilangan," tutup dia. [kumparan]