Cerita Inspiratif Ustaz Mayor Lulusan Gontor di Pasukan Perdamaian PBB Lebanon

By Saief Alemdar (Unifil HQ, Naqoura, South, Lebanon)

Aku kemarin sempat ke berkunjung ke Markas Pasukan Garuda yang tergabung dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon Selatan dekat perbatasan Lebanon-Israel. 

Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL 2021 menerima Penghargaan Tertinggi dari PBB melalui upacara Medal Parade menjelang akhir penugasan sebagai pasukan perdamaian.

Upacara medal parade ini dipimpin langsung oleh Komandan Sektor Timur Brigjen Javier Mur Lalaguna. Sementara Komandan upacaranya adalah seorang Ustaz berpangkat Mayor, lulusan Gontor tahun 2004. 

Aku melihat Komandan itu dari panggung para tamu undangan. Pas melihat Komandan itu, aku langsung teringat ke tahun 2003, dimana waktu PPL Pramuka pernah kena hukum sama komandan itu, jaman itu dia masih berpangkat "Ankulat Kelas 5 KMI".

Setelah Upacara, kami ketemu sebentar, dan kami hanya sempat bicara sedikit dan berpoto. Wajar senior tidak kenal junior, tapi junior pasti kenal senior, apalagi kalau seniornya pernah "sinak klonteng".

Ada cerita menarik, sejak pasukan Unifil dibentuk oleh PBB tahun 2006, pasca perang Hizbullah-Israel, hingga tahun 2020, tidak terdapat masjid di kamp tentara Indonesia itu. 

Tahun 2021, Ustaz Mayor menginisasi pendirian masjid tersebut, dengan dana dari sumbangan para prajurit TNI dan muhsinin. Semoga menjadi amal jariyah para prajurit TNI dan para Muhsinin.

Waktu kutanya tentang inisiatif mendirikan masjid, kata ustaz Mayor, "Sesuai moto Pondok", begitu katanya. Karena pesan Kyai Gontor sejak dulu "Fi ayyi ardhin tatoo' fa anta mas'ulun 'an Islamiha" (Dimanapun kamu menginjakkan kaki, maka kau bertanggung jawab atas keislamannya). Mungkin itu kali motonya.

Terus katanya lagi, "Saat ini rencana mau ane kasih nama Masjid Darussalam, karena ini masjid pasukan perdamaian, dan ane juga berasal dari Pondok Darussalam Gontor". 

Meskipun menjadi tentara, Ustaz Mayor masih tetap mengingat bahwa di jidadnya ada tulisan PM. Bahkan kata seorang kawan, "Bang Mayor juga penerjemah bahasa Arab disitu".

"Yanfa' kajaka lughoh fi makhad..." batinku.