Buya Gusrizal: Kalau Hanya Untuk NU, Jadikan Saja Kemenag NU, Kami di Luar!!!

Kalau Hanya Untuk NU, Jadikan Saja Kemenag NU, Kami di Luar!!!

Bila pernyataan Yaqut diamini oleh NU, umat Islam di luar NU harus segera mengambil sikap karena kemerdekaan yang diperjuangkan seluruh umat bukanlah untuk menyerahkan kendali leher kita kepada sekelompok orang.

Tak perlu disurukkan lagi !

Sudah menjadi rahasia umum selama ini bahwa untuk mengisi jabatan tertentu dalam berbagai posisi di kemenag, haruslah dari orang-orang yang sesuai dengan pernyataan Yaqut tersebut.

Selama ini, banyak pihak merasa segan untuk menyebutkan perkara ini demi menjaga persatuan umat.

Sekarang, segala perasaan ketidaknyaman atas sikap dan perlakuan yang tertahan di dalam dada, seperti tak berguna lagi untuk disimpan walaupun demi kesatuan umat dan bangsa.

Karena apa yang dilontarkan oleh Yaqut dengan segala arogansi dan pemutarbalikan sejarah bangsa, telah menafikan peran umat dan mengumandangkan penjajahan sosial oleh sekelompok umat terhadap yang lain.

Saya berharap organisasi sebesar NU tidak diam saja ketika mengetahui komentar Yaqut ini karena saya banyak mengenal tokoh NU yang tak terlintas dalam benak saya, akan berpandangan sama dengan pernyataan Yaqut tersebut.

Tapi kalau semua mereka bersikap diam, sangat disayangkan kalau kita harus berkata, "ambillah kemenag itu oleh tuan-tuan tapi kami bukanlah budak yang bisa tuan-tuan kendalikan".

 ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ} [هود : 88]

"...Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) kemashlahatan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali". (QS. Hud 11:88)

Buya Gusrizal
(Ketua Umum MUI Sumatera Barat)