ANJING dan WISATA HALAL

ANJING dan WISATA HALAL

Orang-orang yang alergi terhadap Islam dan Syariatnya, begitu mendengar Wisata Halal, langsung deh bawa bawa nama mayoritas Islam seolah ingin diperhatikan, tidak toleran, anti kebhinekaan atau sekarang mereka menyebut Islam yang Arogan...

Gak apa apa,
Jangan tersinggung atau marah.
Kita harus memaklumi kepasitas berfikir dan nalar mereka yang memakai otak yang berbuat dari styrofoam.
Jadi bentuknya mirip otak, fungsinya nihil...

So be it... 
biarkan saja mereka bermandi dengan kedunguannya.
Biarkan mereka betah dan tuma'ninah...

Pada kasarnya, ini bukan soal Wisata Halal atau apalah.
Ini hanya bentuk ketidaksukaan saja sama Islam.

Begini,
Dibelahan bumi ini, banyak sekali pantai-pantai yang dikhususkan untuk pengunjung yang telanjang. 
Nude Beaches.
Kalau anda masuk ke kawasan tersebut dengan berpakaian, maka tak jarang anda akan diusir. Harus meninggalkan tempat itu, atau masuk dengan telanjang...

Apa mereka mereka yang anti Wisata Halal itu berani bilang bahwa itu arogan?? Tidak menghargai orang lain? Kepercayaan lain?? Budaya lain??
Nggaak mungkin !!!
Paling mereka pas diusir bilang sorry, trus ngeloyor pergi laksana anjing ketakutan yang berjalan dengan ekornya diselipin diantara kaki belakang...
Sambil terkaing-kaing.

Dan sudah berapa kali saya membahas tentang makanan halal, karena masih saja terus dipermasalahkan.
Seolah-olah orang Islam ingin diperhatikan. Manja dll.

Padahal orang Yahudi begitu keukeuh dengan Kosher Food mereka. Dan itu memerlukan penanganan yang extra.

Orang-orang vegan benar-benar harus teliti dengan apa yang mereka makan.
Orang-orang yang guletine free, benar-benar harus menjauhi guletin.
Dairy free... dll.

Lalu apa salahnya dan ribetnya dengan Makanan Halal??
Kenapa cuma makanan halal yang jadi dipermasalahkan??

Begini, 
Dengan pangsa pasar sekitar 1,5 Miliar orang di seluruh dunia.
Maka Australia mengambil pasar muslim dengan product-product halal meat-nya.
Demikian juga dengan New Zealand, Brazil, Eropa dan beberapa negara di Benua Amerika.
Mereka cerdas memanfaatkan peluang tersebut...

Mereka berfikir cerdas, dengan memproduksi Halal Food. Pasar muslim bisa terambil, pasar umum tetap terpenuhi.

Sementara di tanah air, malahan dijadikan bahan nyinyir dan cibiran orang-orang bodoh yang menyalak-nyalak soal NKRI harga mati, padahal mereka yang membuat NKRI mati.
Dan pas hari Raya Idul Adha, saat dikasih daging qurban, senyumnya mengembang...

Trus,
Kalau makanan dengan label Halal. Orang Diluar Islam pun boleh memakanya, orang Hindu, Kristen, Budha, Khonghucu dll. Boleh memakan makanan halal. Daging sapi, ayam, kambing...
(yg tidak boleh makan daging sapi boleh ambil ayam atau kambing). 
Dengan menyantap makanan halal ini tidak akan membuat anda tiba-tiba berubah jadi Islam.
Malahan kami memperlakukan hewan yang dipotong/disemblih dengan terhormat dengan doa yang menyertainya.

Lho... itu kemarin ada anjing yang dibunuh di Aceh gegara wisata halal...

Duuuhhhh....
Kadang saya ingin jedotin kepala ke ujung meja atau gigitan taplaakkk kalau melihat ketololan berjamaah ini..

Peduli sama bintang, itu hal yang bagus.
Tapi jangan memilah-milah.
Satu ekor Anjing mati di Aceh, gegernya seantero Nusantara, heboh seolah Islam barbar, tega terhadap satwa dan stigma buruk lainnya...

Sementara, di Tomohon, di Solo dan daerah-daerah lainya, entah berapa puluh atau ratus ekor anjing yang dibantai untuk disantap.
Ada yang protes??
Kagaakk...!!
Karena yang bantai Anjing Anjing itu bukan orang Islam, jadi tidak perlu diperkarakan dan digoreng beritanya.

Paling gerombolan dungu itu akan ngeles:
"Itukan kearifan lokal, budaya, tradisi.."

Pretttt...!!!

Ingin rasanya ngajak Artis yang gk lagi laris Sherina beserta pengikutnya, makah di lapo tuak Pardomuan di dekat terminal Leuwipanjang sana.

Biar mereka tahu bagaimana anjing anjing dimasukan kedalam karung terus dipukul sampai mati. Dijadikan hidangan B1.

Ingin tahu apa mereka mewek disana, atau berani marah sama lae lae disana?

Ah...paling paling mereka dihajar pake pentungan buat anjing.
Sama si lae.
Hajar Lae... biar mingkem cocotnya...!

Jadi,
Ini bukan soal Anjing yang mati.
Bukan soal wisata atau makanan halal.
Ini tetap saja soal ketidaksukaan mereka terhadap Islam.

Dan mereka hanya semakin mempertontonkan kebodohan dan kedunguan mereka sendiri.

(By Danke Soepriatna)