Anies: Pemimpin Tak Mau Terima Kritik, di Rumah Saja Urus Burung

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku untuk menjadi pejabat publik tidak mudah. Harus siap menerima kritikan dari berbagai pihak. 

Hal ini disampaikan saat Anies menjadi pembicara dalam workshop nasional DPP PAN di Bali yang dikutip dari Youtube PAN TV, Rabu (6/10).

"Alhamdulillah kita tidak akan merasa capek di Jakarta ini, dan menurut saya juga ini paket, jadi kalau berada di wilayah publik, harus siap jadi pos kotak kritik." -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Anies menyebut, sebagai seorang pemimpin sudah seharusnya mendengarkan keluh kesah warganya tanpa terkecuali. 

Jika seorang pemimpin tak mau menerima kritik dan keluhan, kata dia, lebih baik diam di rumah saja.

"Di setiap pertemuan apa pun itu harus siap mendengar keluhan, karena inilah paketnya berada di wilayah publik, karena tidak mau terima keluhan, tidak mau terima kritik, di rumah aja. Urus burung dan rumah tangga," ujarnya. 

Kebetulan, Anies memang memelihara burung di rumahnya.

Di kesempatan ini Anies juga bercerita bagaimana menjadi pemimpin di Jakarta. 

Anies mengaku berusaha untuk tidak kenal lelah untuk membangun Jakarta. 

Apalagi, lanjut dia, apa yang sedang dilakukan merupakan hal yang ia senangi.

"Di Jakarta staminanya luar biasa, capek atau tidak itu semua soal perasaan. Besar kecil ada ukurannya, berat ringan itu perasaan urusan itu berat ringan urusan perasaan," imbuhnya.

"Saya beri contoh kalau saya jalan ke toko elektronik selama 3 jam itu rasanya sebentar sekali. Tapi kalau diajak istri ke toko baju setengah jam aja sudah capek kita, padahal sama-sama acaranya sama nyamannya sama, tapi soal hati, kalau yang dikerjakan itu sama seperti apa yang kita sukai, tidak pernah merasa capek," ungkapnya. [kumparan]