Adakah kekuatan revolusioner di dunia ini yang seperti Taliban?

Oleh: Pega Aji Sitama

Taliban dituduh membawa kengerian pada periode pertama pemerintahan mereka (1996-2001) hanya karena menerapkan peraturan kultural relijius yang cukup ketat, soal pakaian, televisi dan perempuan berjoget.

Padahal keberhasilan mendasar mereka di periode itu sangat besar, aturan ketat hanya hal sepele yang seharusnya diterima, karena wajib taat pada Ulil Amri.

Adakah kekuatan revolusioner di dunia ini yang bisa menyatukan wilayah dan menghentikan perang saudara dalam waktu 4 tahun sejak berdiri, membasmi kriminalitas dan menciptakan kestabilan keamanan dalam waktu 1 tahun, membasmi tanam Opium yang mendarah daging dalam 4 tahun?

Seandainya kita hidup di wilayah konflik, ketika tawuran bersenjata dimana-mana. Pemerkosaan, penculikan dan perampokan di sepanjang jalan antar kota. Mafia lokal memalak warga. 

Kemudian muncul kelompok yang bisa memusnahkan semuanya, tapi mereka tidak suka nonton TV dan perempuan perjalanan jauh harus dijaga. 

Maka otak yang waras pasti lebih memilih berlindung di wilayah kelompok itu. 

Cuma orang tolol yang memilih bebas mutar TV dan nonton cewek menggeliat tapi berlokasi di tempat baku bunuh.

Lucunya yang mengkritik Taliban adalah orang-orang dari negara yang di awal berdiri sampai puluhan tahun setelahnya jutaan rakyatnya mati dibunuh, ribuan diculik dan hilang tanpa alasan jelas. Ratusan ribu perempuan dijual. Korupsi jangan ditanya.(*)