Ulil: Taliban Beda dengan ISIS

Catatan Ulil Abshar Abdalla: 

Ingin curhat menjelang tengah malam, soal Afghanistan.

Apa yg akan terjadi di Afghan setelah Taliban berkuasa? Saya kira, ndak ada yg tahu. Apakah Afghan akan jadi versi Sunni dari Iran? Bisa ya, bisa tidak. Tergantung Taliban bisa melakukan kompromi politik atau tidak.

Tantangan terbesar Taliban setelah berkuasa: bisakah dia melakukan konsolidasi kekuasaan seperti para mullah di Iran? Jika bisa, dia akan bertahan dan bisa menciptakan stabilitas politik. Jika tidak, ya kemungkinan akan ada konflik antar faksi yg berlarut-larut.

Pelajaran yg amat mahal dari Afghanistan: ndak bisa membangun negara dg cara "cangkokan" yg dipaksakan seperti ini. Uni Soviet gagal, kini AS pun gagal. Semoga ndak ada lagi yg mengulangi blunder geo-politik seperti ini lagi di masa depan. Harganya mahal.

Yang jelas, jika Taliban hendak membangun negara yg normal, dan tidak ingin jadi "negara pariah" di panggung global, dia harus melakukan banyak kompromi, baik secara domestik atau multilateral. Dia harus bikin sejumlah konsesi, termasuk secara ideologis.

Apakah Taliban setelah berkuasa nanti akan mengekspor ekstremisme dan radikalisme ke dunia Muslim dan negeri-negeri Barat? Saya sih agak yakin: itu kecil kemungkinannya. Setelah Taliban berkuasa, dia akan sibuk mengurus soal-soal domestik. Ndak mudah ngurus negara.

Taliban yg ada di Afghanistan ini harus dibedakan secara tegas dari ISIS atau Al-Qaidah. Meski kelihatannya sama dari segi orientasi ideologis, tetapi keduanya jelas berbeda. ISIS/Al-Qaedah adalah "mujahidin" yg tanpa rumah, homeless. Mereka mau mendirikan negara di mana?

Sementara Taliban di Afghan adalah semacam kelompok yg berjuang untuk melawan pendudukan asing. Mereka ini adalah bagian organis dari masyarakat Afghanistan sendiri, bukan "mujahidin ekspatriat" yg ngga punya teritori yg jelas.

Saya sih berharap, Afghanistan, setelah ditinggalkan Amerika ini, akan pelan-pelan menjadi negara yang stabil, demokratis, dan maju secara ekonomi. Tidak lagi didikte-dikte dari luar, apalagi diinvasi.

(Dari twit @ulil, 15/8/2021)