Tidak Ada Pesta Yang Tidak Berakhir, Tidak Ada Dinasti Yang Tidak Hancur

Catatan Naniek S Deyang:

Tidak ada pesta yang tidak berakhir, tidak ada kejahatan yang tidak tumbang dan tidak ada sebuah Dinasti buatan manusia yang tidak hancur. Namun semua itu memang butuh waktu, dan rakyat atau masyarakat harus bersabar.

Entah apa yang ada di benak rakyat Probolinggo - Jawa Timur, 20 tahun dipimpin oleh suami-istri. Bisa jadi rakyat sudah jenuh, tapi tidak berdaya.

Namun akhirnya Allah "turun tangan" menghancurkan Dinasti di Probolinggo itu, saat kemarin dini hari Sang Bupati wanita itu ditangkap tangan KPK (OTT) di rumahnya bersama sang suami, mantan Bupati Probolinggo dua periode yang kini menjadi anggota DPR. 

Bupati wanita itu menjabat untuk yang kedua kalinya, menggantikan suaminya yang sebelumnya juga menjabat dua kali. Setelah menjabat dua kali jadi Bupati , sang suami kini menjadi angggota DPR.

Bayangkan dengan suami menjabat dua kali Bupati, kemudian lanjut menjadi anggota DPR, dan dia sendiri menjadi Bupati dua kali, kita bisa bayangkan kekayaan seperti apa yang sudah dimiliki. Tapi seperti hidup tak akan mati, Sang Bupati wanita ini kok ya masih jual beli Jabatan. Dan dia dicokok KPK diduga pada saat melakukan transaksi penjualan Jabatan ke anak buahnya! Edyannnnn.

Allah Maha Bijak, bagaimana tidak? Bukan saja dalam kesempatan OTT itu telah menghancurkan Dinasti Probolinggo, tapi Allah sekaligus "mempermalukan" Ketua KPK karena yang menangkap suami-istri Bupati Probolinggo ini adalah Satuan Tugas KPK dibawah pimpinan Penyelidik Harun Al Rasyid. Padahal Harus Al Rashid adalah karyawan KPK yang dinonaktifkan karena dianggap tidak lolos TWK (Tes Wawasan Kebangsaan). Meski di non aktifkan, namun Harus Al Rashid kabarnya banyak memberi masukan sehingga suami-istri Dinasti di Probolinggo ini bisa  di-OTT KPK.

[fb]