Santri: BPIP Sebaiknya Memang Dibubarkan!

BPIP SEBAIKNYA MEMANG DIBUBARKAN!

Sebagai Santri era 90-an (Saya menimba di Pesantren Darussalam Nagasaribu milik kakek kami sendiri -sekarang sudah diwakafkan ke Negara jadi MTsN dan MAN Nagasaribu), saya termasuk yang keberatan dengan tema yang dibuat Kumpulan Aki-aki dan Nini-nini tidak bermanfaat di BPIP itu.

Tema Hormat Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan menurut Islam sudah lama selesai. Ketika masih santri, setiap Senin dan tanggal 17 Agustus kami mengadakan Upacara Bendera yang sangat meriah. Tidak sulit, karena Nasionalisme adalah bagian dari ajaran Islam.

Hubbul wathon atau Cinta Tanah Air adalah bagian dari Ajaran Islam. Makanya Perang Kemerdekaan banyak dikomandoi para Ulama. Semangat membara rakyat karena fatwa dari Ulama kalaupun gugur melawan Penjajah yang bukan Islam maka hukumnya adalah mati syahid. Ganjarannya surga.

Jadi kalau sekarang Nasionalisme Umat Islam ada yang meragukan, pastinya kelompok Komunis dan Islamphobia yang sedang menikmati panggung kekuasaan.

Termasuk yang meragukan hormat kepada Bendera Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya. Karena baik Bendera maupun lagu kebangsaan telah disepakati para pendiri bangsa yang mayoritas justru para Ulama. 

Kalaupun setelah Merdeka, peran para Ulama disingkirkan, itu menurut saya adalah bagian dari rencana besar Kelompok Busuk yang ingin menguasai Negeri ini. Tanpa adanya Ulama di Kekuasaan, mereka bebas Korupsi, bebas menjarah kekayaan negeri ini untuk diri sendiri, bebas memanfaatkan jutaan hektar lahan sambil hidup mewah di Singapura atau Negara Leluhurnya, bebas Korupsi Uang Bansos, bebas menjual tambang-tambang dan memasukkan Warga Asing sebagai Pekerjanya padahal anak bangsa sendiri masih banyak yang menganggur.

Jadi saran saya, sebaiknya BPIP dibubarkan saja. Kalaupun kita merasa kasihan dengan Group Manula di dalamnya karena ngga ada kerjaan padahal butuh banyak uang untuk menopang gaya hidup mewah di usia senja menikmati surga dunia, ya sebaiknya diubah saja mereka jadi Group Dangdut atau Group Paguyuban Ronggeng.

Lebih baik kekonyolan mereka dimanfaatkan untuk menghibur rakyat ketimbang membuat keributan dan kontraversi yang tidak berguna.

"Tapi abang kan bercita-cita jadi Ketua BPIP?"

"Iya, Lembaga itu sebenarnya bagus. Cuma diurus orang-orang ngga jelas. Mungkin sudah pada pikun. Kalau saya Ketua BPIP, maka tema Hari Santri-nya adalah Koruptor dan Ingkar Janji Kampanye dalam pandangan Islam. Karena masalah bangsa kita sekarang adalah Korupsi dan Ingkar Janji Pemimpin terpilih. Bukan homat bendera dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Dasar kumpulan para Pikun!!!"

16 Agustus 2021

(By Azwar Siregar)

Baca juga :