AMBYARRR..!! Sudah Terlanjur Membeli dengan Harga Tinggi, Harga Saham Bukalapak Kini Ambles

[PORTAL-ISLAM.ID] Penurunan harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada hari ketiga setelah debutnya melantai di bursa memicu keresahan investor retail. Portofolio sebagian investor memerah karena telanjur membeli di harga tinggi pada perdagangan hari sebelumnya.

Bahan bakar saham PT Bukalapak.com untuk meroket sepertinya sudah habis. Hari ini saham berkode BUKA ini justru turun hingga menyentuh level auto reject bawah (ARB) setelah pada hari pertama IPO sudah naik sampai mentok.

Melansir data RTI, Selasa (10/8/2021), saham BUKA tercatat berkurang 75 poin atau turun 6,76% ke level Rp 1.035. 

Sebelumnya, saham Bukalapak sempat mengalami kenaikan selama dua hari berturut-turut dan menyentuh level autoreject atas (ARA).

Sebagai informasi saja, Bukalapak pertama kali mencatatkan saham perdana di BEI pada Jumat (6/8/2021) pekan lalu. Bukalapak melepas sebanyak 25% saham ke publik dengan harga penawaran umum saham perdana Rp 850 setiap saham. Sehingga, dari IPO tersebut, BUKA memperoleh dana hasil penawaran umum senilai Rp 21,90 triliun.

Investor Ritel Kecewa

Penurunan harga saham PT Bukalapak Tbk (BUKA) hingga menyentuh level auto rejection bawah (ARB) membuat investor ritel ngamuk di aplikasi Bukalapak. 

Salah seorang investor ritel bahkan menjual saham emiten lokapasar PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) di lapak e-commerce tersebut.

Menariknya, harga saham yang dijual oleh pelapak dengan identitas Putri Rahmawati asal Bekasi, Jawa Barat tersebut dijual di bawah harga rata-rata pasar yakni Rp 1.000 per saham.

"Gapapa, cutloss yang penting bisa kejual, ada 7 juta lot coba, sedih," tuturnya di deskripsi penjualan di laman Bukalapak.com, dikutip Selasa (10/8/2021).
Tak berhenti di sana saja, aplikasi Bukalapak di situs Playstore juga tak luput dari komentar para investor ritel yang kecewa dengan pergerakan harga saham BUKA. Mereka juga memberikan rating rendah di aplikasi tersebut.

(Sumber: CNBCIndonesia)