Wali Kota Lubuklinggau: Jangan Bubarkan Pedagang Kaki Lima, Mereka Hanya Cari Makan, Bubarkan Kerumunannya Saja

[PORTAL-ISLAM.ID]  Wali Kota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe belum lama ini mencuri perhatian publik dengan apa yang disampaikannya. Sebab, ia mengingatkan jajarannya dan petugas PPKM untuk menertibkan masyarakat dengan cara yang humanis.

Wali Kota menyampaikan hal ini saat apel pelaksanaan PPKM Pengetatan dihalaman Masjid Agung As-salam, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Senin kemarin.

Dalam sambutannya wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini dihadapan aparat Polri, TNI, Satpol PP, Dishub dan lainnya agar dalam menegakkan PPKM aparat yang bertugas hanya membubarkan kerumunannya saja, bukan pedagang atau dagangannya.

"Yang ditertibkan itu adalah kerumunannya, bukan pedagang atau dagangannya. Kita tidak melarang orang berjualan, yang kita larang berkerumunan," ujar Wali Kota.

Wali Kota juga mengingatkan agar para petugas bertindak tegas, tapi tetap humanis. Setiap petugas harus memberikan pemahaman hingga masyarakat mengerti dan membantu agar penyebaran corona tidak meluas.

Video sambutannya tersebut viral di media sosial dan telah ditonton jutaan kali bahkan banyak mendapat dukungan dari netizens.

Menanggapi hal tersebut, Nanan mengungkapkan sejak dahulu dirinya memang sudah memahami, sejak awal pandemi dirinya sudah banyak mendapat keluhan dari pedagang berkaitan dengan penghasilan mereka yang turun saat pandemi.

Unggahan video itu pun mencuri perhatian warganet. Banyak yang merasa setuju dengan penyampaian Wali Kota Lubuklinggau itu terhadap cara penertiban masyarakat yang melanggar aturan PPKM atau berkerumunan.

"Aparat di gaji negata pakai uang rakyat sudah seharusnya bersikap persuasif, humanis dan solutif anggap rakyat sebagai sahabat," ungkap netizen.

"Begini loh seharusnya pimpinan memberikan instruksi ke bawahan biar tidak salah kaprah di lapangan," kata yang lain.

[VIDEO]