Ayolah Pak! Sampai Kapan Kekacauan Akibat PPKM Darurat Mau Terus Dilanjut?

Ayolah Pak

Kekacauan yang dipantik karena adanya PPKM semakin meluas. Apakah Pemerintah tak tergerak melakukan evaluasi terhadap karut marut PPKM ini? 

Malah sekarang tersiar kabar bahwa kegiatan pembatasan pergerakan antara daerah, pembatasan lalu lalang dan berjualan tersebut akan diperpanjang. Duh! 

Sungguh, sekali lagi kami bertanya, adakah hasil dari PPKM tersebut benar bisa menekan pertumbuhan Corona? 

Para pendukung PPKM, para penyokong Pemerintah, coba jelaskan, secara nyata dan ilmiah, bahwa PPKM semodel sekarang ini benar-benar berguna untuk memangkas penyebaran Corona. 

Serius, rakyat bukan hanya perlu diselamatkan dari bahaya Corona. Tapi rakyat lebih butuh kepada ketenangan. Tenang dari berita-berita blow up corona. Tenang dari aksi-aksi pengharusan kematian dikubur dengan protokol corona. 

Sebagaimana rakyat juga butuh tenang melintas antar daerah, berangkat dan pulang dari tempat kerja. Tidak lagi bersitegang dan berantem dengan aparat yang berjaga. 

Rakyat juga butuh tenang berjualan, tanpa dibayangi ketakutan dibubarkan Satpol PP dan Polisi. Apalagi kalau kemudian juga akhirnya berakibat mereka dipenjara karena dianggap melanggar ketentuan PPKM. 

Silakan Pemerintah terus jalan dengan upaya pemberantasan Corona, tapi berilah ketenangan kepada rakyat. Jangan lagi ditakut-takuti dengan peraturan PPKM dan aksi para petugas Negara yang semestinya memberikan perlindungan. 

Sungguh Pak, kalaupun Pemerintah tidak bisa memberikan bantuan kepada mereka, paling tidak, jangan ganggu ketika mereka bekerja. 

Apa yang belakangan ini terjadi terkait perlawanan (sebagian) masyarakat, itu adalah hal yang patut disayangkan. 

Rakyat melawan petugas, karena gak mau ditertibkan. Rakyat bersitegang dengan petugas, karena tidak boleh melintas. Unjuk rasa pun berakhir ricuh. 

Tapi di satu sisi, perlawanan mereka, aksi mereka adalah hal yang bisa dimengerti sebabnya. Salah memang dari kacamata peraturan PPKM ini. 

Saya yakin petugas pelaksana penertiban itu pun paham, kenapa mereka melawan. Kenapa mereka melakukan aksi-aksi yang tak semestinya. 

Kita tak ingin keributan yang timbul karena PPKM ini semakin banyak, maka ide perpanjangan PPKM harus ditolak! 

Cukup sudah apa yang terjadi sekarang. Silakan lanjut sampai Tanggal 20, sebagaimana rencana semula. Jangan lagi diperpanjang! 

(Ustadz Abrar Rifai)