SURAT TERBUKA: Pak Jokowi Mohon Perpanjangan PPKM Darurat Tidak Dilakukan

Kepada Yth 
Presiden Jokowi

Pak Jokowi yg terhormat ..
Mohon perpanjangan PPKM Darurat tidak dilakukan Pak. Mengapa? Saat ini suasana mencekan dimana-mana, rakyat jejeritan terutama para pedagang/pengusaha di berbagai kelas. 

Entah berapa juta orang kehilangan mata pencaharian dan juga lehilangan pekerjaan. PPKM Darurat yang tujuannya untuk menekan mobilisasi pergerakan orang supaya mengurangi penularan, nyatanya malah "MENURUNKAN IMUN NASIONAL". Rakyat gelisah, resah, dan takut, karena suasana mencekam. Ditambah berita-berita horor dari media massa.

Pak Presiden, yang harus dilakukan itu bukan kita mengejar virus, tapi bagaimana bisa membuat rakyat Anda gembira sehingga imunnya naik, dan virus covid tidak mampu menembus tubuh-tubuh rakyat Indonesia.

Saya sarankan Pak Presiden, agar suasana horor dan mencekan, serta penularan covid tidak bertambah maka lakukan sbb:

1. Percepat vaksinasi, dan pastikan rakyat yg mau divaksin bisa memperoleh dengan segera. Perbanyak posko2 penyelenggaraan vaksinasi.

2. Buat tenang masyarakat dengan menambah bangsal-bangsal isolasi di RS-RS di berbagai wilayah. Dengan catatan tolong hutang ke RS2 dibayar, demikian juga Nakes yg sudah bekerja juga tolong dibayar.

3. Tambah terus dokter dan Nakes utk penangananan Covid.

4. Cukupi ketersediaan oksigen, jangan sampai terjadi berita muncul tiap hari RS ini kehabisan oksigen, atau beli oksigen dimana-mana habis.

5. Pastikan obat2an utk Covid tersedia dan juga libatkan herbalis utk ikut menyediakan obat herbal bagi mereka yg isoman, atau meningkatkan imun utk yg belum kena.

6. Lalu utk rakyat Indonesia agar imunnya naik maka buat mereka senang dan bahagia dng cara :

a. Turunkan tarif listri jangan hanya 450-900, tapi sampai 2200 atau bahkan 4400. Pokoknya secara umum turunkan.

b. Turunkan pajak2 kendaraan bermotor, dan putihkan yg nunggak pajak.

c. Turunkan harga BBM utk nelayan dan petani

d. Turunkan harga gas melon

e. Adakan kembali dan mudahkan pengadaan pupuk bersubsidi.

f. Naikkan harga dasar komonditas petani, terutama gabah yg sekarang ambyar dan membuat petani nangis darah.

g. Stop impor berbagai m komonditas petani, agar semua produk petani terserap di dalam negeri.

h. Turunkan tarif tol

i. Minta BI agar membuat kebijakan selama musim pandemi  ini perbankan mengurangi bunga kredit, dan menjadwal ulang jatuh tempo, serta  cicilan dibuat dibawah 50 persen dari pada biasanya.

j. Buat lembaga penampung penjualan aset rakyat. Saat ini banyak pengusaha yg collapse akibat pandemi membutuhkan modal utk terus bisa bertahan, namun karena menjual asetnya susah, dan utk hutang bank sdh tdk mungkin mengingat masih punya pinjaman, jadi akhirnya para pengusaha ini sekarang benar2 menghitung hari.

k. Biarkan semua aktivitas rakyat baik ekonomi, keagamaan, dan sosial berjalan seperti biasa, hanya buat aturan harus menjalankan Prokes, dan disini tugas pemerintah menurunkan petugas gabungan utk mengawasi, bukan menakut -nakuti atau melakukan tindakan brutal pada rakyat.

l. Galakan masjid dan tempat ibadah agama lain utk setiap hari melakukan doa bersama atau doa nasional.

m. Galakan  rakyat dengan dipimpin Lurah/ Kepala Desa, RT/RW utk melakukan olahraga di wilayah masing2 setiap hari.

n. Modali UMKM dan orang2 yg mau usaha, agar ekonomi rakyat tumbuh, sekaligus utk membantu mereka yg sekarang kena PHK utk bisa usaha.

o. Jalankan salah satu poin di dalam UUD 45, dimana orang miskin, lansia, dan mereka yg cacat jadi tanggungjawab negara.

p. Stop penerimaan pegawani negeri baru, tapi sebaliknya angkat yg honorer.

q. Stop  sementara pembangunan fisik ( jalan tol, pelabuhan dll), dan utamakan pembangunan manusia dengan mengutamakan kesehatan rakyat.

Pak Jokowi, bila semua di atas dijalankan, Insyalah pandemi selesai, karena rakyat yg terkena merasa tenang karena akan merasa dapat tempat utk berobat, dan rakyat yg tidak kena covid  imunnya naik, karena bahagia.

Jadi mohon hentikan berbagai kebijakan yang membatasi pergerakan manusia, karena kodrat manusia itu adalah "bergerak" dan survive, jadi kalau dibatasi justru tambah stres.

Sekali lagi, tolong jangan diperpanjang PPKM Darurat, karena akan menambah horor dan mencekam keadaan. 

Dan jangan buat juga slogan "Di Rumah saja", tapi buat slogan "Ayo rakyat berolahraga dan berjemur serta bahagia".

(Naniek S Deyang)