Penanganan Flu Spanyol Jaman Hindia Belanda - Batavia, Mirip Covid-19 antara Pemerintah Pusat - DKI Jakarta

[PORTAL-ISLAM.ID] Beberapa alasan kenapa Flu Spanyol 1918-1919 begitu ganas di Indonesia dan membunuh jutaan orang.

Teknologi sudah jauh berkembang. Kolonialisme Belanda pun sudah berakhir. Namun negeri ini masih terus memutar roda yang sama. 

Dikutip dari buku Perang Melawan Influenza (p. xiii):

"..Saran dari beberapa dokter di Batavia untuk menerapkan lockdown pun tidak diindahkan oleh Burgerlijken Geneeskundigen Dienst (Dinas Kesehatan Hindia Belanda, BGD) dengan alasan akan memicu kekacauan dan gangguan stabilitas ekonomi pemerintah kolonial. Belum lagi lontaran pernyataan dari politikus dan praktisi kesehatan berulangkali menyebut Flu Spanyol sebagai penyakit atau influenza biasa, sehingga tidak perlu dicemaskan. Kacaunya, pernyataan tersebut kemudian dikutip dan disebarkan oleh surat-surat kabar kala itu, sehingga membuat masyarakat terlena terhadap serangan virus tersebut. Situasi juga masih memburuk dengan menjamurnya berbagai berita hoax dan munculnya klaim-klaim sepihak yang semakin membuat masyarakat kalut."