Pemerintah Tidak Belajar dari Penanganan Tsunami Aceh, Penanganan Pandemi Covid-19 Gagal

MANAJEMEN KRISIS

Dari sisi manajemen, salah satu sebab kenapa kita gagal mengatasi pandemi ini adalah karena lembaga yang menanganinya, yaitu Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional bersifat ex-officio, bukan sebuah lembaga otonom. Bahkan, awalnya Pemerintah hanya membentuk Satuan Tugas (Satgas), seolah pandemi ini hanya sejenis wabah musiman. 

Karena para pejabat KPC/PEN merangkap jabatan-jabatan lain, bisa dipastikan tujuan pembentukan lembaga ini sulit menjadi prioritas. Di sisi lain, struktur lembaga ini 90 persen juga hanya diisi para pejabat dari kompartemen ekonomi. Dari sini saja sudah kelihatan kalau isu kesehatan tidak dianggap prioritas.

Kalau Pemerintah benar-benar serius ingin mengatasi pandemi, mereka mestinya bisa belajar dari lembaga seperti BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh. Meski berskala lokal, tsunami Aceh adalah bencana yang bersifat kolosal yang pernah kita alami. Dan kita bisa melewatinya dengan cukup baik karena ada lembaga seperti BRR yang bekerja langsung di bawah arahan Presiden. Panglimanya jelas, staf-stafnya jelas, dan mereka bekerja keras secara purnawaktu untuk mengatasi dampak tsunami serta membangun kembali Aceh yang sebelumnya porak-poranda.

Pandemi ini tentu saja lebih besar dari tsunami. Itu sebabnya kita tak bisa berharap banyak kepada sebuah komite yang para pejabatnya sibuk dengan banyak urusan, kecuali urusan pandemi itu sendiri.

(By Tarli Nugroho)