Pak Mahfud Menggiring OPINI SESAT Bertamengkan AMIEN RAIS!

Pak Mahfud Menggiring OPINI SESAT Bertamengkan AMIEN RAIS!

Oleh: Azwar Siregar

Saya bukan pendukung apalagi loyalis Pak Amies Rais. Tapi saya tidak mungkin membiarkan penyesatan opini dilakukan untuk membusukkan beliau.

Termasuk cuitan dari saudara Menkopolhukam, Mahfud MD !

Ada cuitan Pak Mahfud di Twitter yang berterima kasih atas sportivitas Pak Amien yang mengumumkan temuan TP3 kasus KM 50, bahwa tidak ada keterlibatan TNI/POLRI di tragedi memilukan tersebut.

Menurut saya cuitan Pak Mahfud adalah penyesatan Opini yang kedepan malah bisa membusukkan nama Pak Amien Rais.

Pak Amien menyebutkan TNI/Polri tidak terlibat secara Kelembagaan. Tapi pelakunya jelas adalah Aparat Hukum ( yang sudah terbukti oknum Anggota Polri). Sementara Cuitan Mahfud tidak menyertakan kata "Lembaga". Jadi seakan-akan TNI/Polri sama sekali tidak terlibat bahkan secara personal.

Bagaimana bisa dikatakan bukan Pelanggaran HAM Berat, sedangkan tragedi penembakan dan pembunuhan sadis tersebut terjadi disaat proses "aparat" melakukan pengintaian dan pembuntutan (Artinya sedang bertugas !)

Bagaimana bisa dikatakan bukan Pelanggaran HAM Berat kalau ada 4 orang yang ditangkap dan masih hidup (artinya sudah dalam penguasaan dan perlindungan Negara) tapi kemudian ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa?

Lebih miris lagi, semuanya terjadi karena kasus Pelanggaran Prokes!

Catat sekali lagi. Ini cuma pembuntutan atas Kasus Pelanggaran Prokes. Bukan kasus Pembunuhan, Bukan Kasus Korupsi, apalagi Kasus Terorisme. 

Yang dibuntuti juga bukan Buronan. Tapi baru tersangka!

Bagaimana bisa Mahfud MD yang jadi Menkopolhukam menyebut pembunuhan terhadap 6 orang rakyat sipil sebagai kejahatan biasa. Sedangkan para Pembunuhnya adalah Aparat Negara yang seharusnya melindungi warga Negara. Sungguh darah dan nyawa 6 orang para Syuhada itu kelak di akhirat akan meminta pertanggung jawaban anda, bos !

Secara pribadi saya juga tidak pernah sepakat kalau kejadian memilukan ini dikaitkan dengan TNI/Polri secara kelembagaan. Tapi menyebutnya sebagai tindakan oknum juga rasanya sukar diterima akal sehat saya. Jadi menurut saya adalah tindakan KELOMPOK !

Ada kekuatan besar yang mampu menggerakkan kelompok di tubuh TNI/Polri untuk melakukan kejahatan dan Pelanggaran HAM Berat ini. Kerjanya ya benar-benar terstruktur dan sistematis. 

Agar lebih mudah membongkarnya, ya coba diselidiki, siapa-siapa diatas Mobil Land Cruiser di malam jahannam itu yang nopolnya belum teridentifikasi (hasil temuan Komnas HAM).

Tapi  jujur saya sangat pesimis kalau Tragedi ini bisa diungkap ke Publik. Karena menurut saya memang melibatkan seseorang atau kelompok yang sangat berkuasa. Kalau tidak, ya kasusnya udah selesai toh?

Ingat, hanya Kekuasaan yang mampu menutupi kejahatan yang dilakukan oleh Kekuasaan. Dan hanya Kekuasaan yang mempu menegakkan keadilan terhadap Kekuasaan. 

Jadi sudah tahu, kenapa saya ikhlas dibully kawan-kawan sendiri. Memperjuangkan merebut Kekuasaan sesuai aturan Konstitusi yang sudah ternodai. Menghalalkan segala cara dan berstrategi. Karena keadilan tidak bisa ditegakkan dengan congor karetmu itu !!!

(fb)