Jonru Ginting: BAHA'I

BAHA'I

Oleh: Jonru Ginting*

Sedang ramai perbincangan tentang Menteri Agama yang mengucapkan selamat pada agama Baha'i.

Terus terang, saya baru pertama kali ini mendengar nama agama tersebut. Karena penasaran, saya pun googling, dan menemukan artikel yang menjelaskan apa itu Baha'i.

Setelah selesai membaca, saya pun teringat pada sebuah kejadian di masa lalu.

Jadi dulu ketika saya masih mengelola bisnis penerbitan buku, pernah datang 3 orang pria usia sekitar 50 tahun. Salah seorang di antaranya mengaku sebagai penulis buku dan hendak menerbitkan bukunya.

"Jadi begini, pak," ujarnya. "Saya beranggapan bahwa semua agama, entah itu Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan sebagainya, semuanya tidak benar. Salah semua. Jadi saya menulis buku yang menjelaskan tentang ajaran yang jauh lebih baik dibanding agama-agama yang ada saat ini."

Ya ampun! Betapa kagetnya saya mendengar ucapan seperti itu.

Saya tatap si Bapak dengan penuh penasaran, saya teliti tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Lalu saya bertanya di dalam hati, "Siapakah engkau wahai Kisanak, kok dirimu merasa lebih pintar dibanding Allah dan para Nabi?"

Segera saya "mengusir" mereka dengan cara halus. Untungnya, mereka langsung pulang dengan pasrah. Sepertinya sejak awal mereka memang sudah menduga akan ditolak.

Kini, sudah hampir 10 tahun kejadian tersebut berlalu. Saya tidak tahu, bagaimana nasib mereka bertiga hari ini. Apakah masih hidup atau sudah meninggal? Jika masih hidup, apakah mereka sedang sibuk menyebarluaskan agama baru yang katanya terbaik tersebut?

Wallahualam.

Yang jelas, saya merasa bangga karena saat itu berhasil SEMAMPU SAYA untuk mencegah penyebaran sebuah aliran sesat.

Ya, kita memang harus ikut berpartisipasi mencegah dan menghalangi perkembangan aliran sesat.

Tapi eh... kok ada menteri dari negeri wakanda yang justru ngucapin selamat pada sebuah aliran sesat. Entah apa maksudnya.

Jakarta, 29 Juli 2021

______
*Penulis adalah seorang social media influencer dan Leader Eco Racing