BUAT KAMU YANG SELALU NYINYIR SOAL QURBAN

Tulisan yang masih akan terus relevan tiap Idul Adha.

Teruntuk para pecinta hewan super berlebihan yang tiap tahun nyinyir sama syariat Islam tentang Qurban, sampai mau menyelamatkan hewan Qurban segala, bolehlah hamba bertanya: 

👽 Kalian nggak pengen menyelamatkan CALON BABY AYAM yang diaborsi paksa oleh para manusia untuk dijadikan telur ceplok, telur dadar, balado telur, telur rebus, omelet, martabak, juga campuran Indomie?

👽 Kalian nggak ingin mendemo manusia-manusia tak berperikehewanan yang memasukkan IKAN-IKAN GEMAS ke dalam kaleng untuk dijadikan sarden?

👽 Kalian nggak ingin stop minum obat cacing agar CACING-CACING DI PERUT KALIAN TUMBUH SEHAT DAN BERGIZI BAIK?

👽 Kalian nggak ingin stop gaplokin nyamuk yang sedang asik menghisap darah kalian, mengingat cinta hewan itu harus total dan PARA NYAMUK ITU BUTUH MAKAN? Sudahlah, sedekahkan darah kalian untuk para nyamuk itu. Biarkan mereka menghisap darah sampai kekenyangan dan nggak bisa terbang. 

👽 Kalian nggak ingin rame-rame NYEMPLUNG KE LAUT untuk menyelamatkan kepala kerbau yang dilarung di laut selatan?

👽 Kalian nggak ingin menghujat para penjual SATE KAMBING MUDA? Kan kasihan. Masih muda, belum merasakan nikmatnya kawin, eh dijadikan sate. 

Pertanyaanku sebetulnya banyak. Tapi cukup ini dulu saja. Sebab aku heran, yang kalian nyinyirin hanya hewan Qurban. Padahal dalam Qurban, penyembelihan pun ada aturan. Nggak bisa asal-asalan. Kalian itu betulan aktivis pecinta hewan, atau BARISAN SELOTIP TOPLES PEMBENCI SYARIAT ISLAM?

Aku kasih tahu ya, kalian. 
SALAH SATU DEFINISI TOLERANSI ADALAH SENI MENJAGA LIDAH, dibuktikan dengan tidak mempertanyakan, apalagi nyinyir terhadap sebuah kegiatan di agama lain yang di agama tersebut bernilai ibadah. Apalagi kalau itu adalah syariat di agamamu sendiri. 

Heran. Ngakunya Islam, tapi nyinyir soal Qurban. Padahal kalau dikasih daging gratisan juga nggak nolak kan? 

(By Fissilmi Hamida)