Bantu Pemerintah Atasi Covid, Warga Muhammadiyah Sudah Keluarkan 1 Triliun Lebih

[PORTAL-ISLAM.ID]  JAKARTA – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jamaludin Ahmad Memuji partisipasi aktif warga Muhammadiyah di tingkat Cabang dan Ranting dalam menangani pandemi.

Di acara webinar MCCC dan LPCR PP Muhammadiyah, Selasa (29/6/2021), Jamaludin memperkirakan donasi yang telah dilakukan oleh seluruh warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia dari masa awal pandemi jika dikalkulasi mencapai angka 1 Triliun rupiah.

“Itu terbukti bagaimana kita habis-habisan dana untuk pandemi Covid. Yang dari Perguruan Tinggi (Muhammadiyah), dari Rumah Sakit (Muhammadiyah) saja kita 400 Milyar. Itu belum dari Cabang-Ranting se-Indonesia yang kalau dijumlah bisa 1 Triliun lebih. Jadi coba bapak-bapak di Cabang Ranting jumlah itu. Kalau dilaporkan ke PDM, dilaporkan ke PWM, betul-betul berbasis Cabang dan Ranting, semuanya dihitung. Saya yakin itu dananya 1 Triliun lebih, lebih besar dari yang tertulis di media masa selama ini yaitu hampir 400 Milyar,” kata Jamaludin.

Secara resmi, Muhammadiyah dalam penanganan pandemi berdasarkan data Muhammadiyah Covid-19 Command Center per 8 Juni 2021 adalah mencapai Rp346 Milyar.

Kisaran angka 1 Triliun yang disinggung oleh Jamaludin adalah angka kasar yang diperkirakan dari kumulasi kinerja aktif Cabang dan Ranting yang sebagian besar berasal dari inisiatif kantong pribadi orang per orang.

“Ini (jumlah) di Cabang Ranting karena kita ini apa namanya? Karena kita ini terlalu rendah hati. Kadang-kadang, malu untuk melaporkan uang kita dalam pengananan Covid itu berapa. Ini karena saking baiknya di Cabang dan Ranting,” puji Jamaludin.

Dirinya pun berpesan agar Cabang dan Ranting tetap teguh dan tabah dalam menghadapi pandemi. Cabang dan Ranting yang belum memiliki satuan petugas penanganan Covid diharapkan segera membentuk untuk meringankan beban pemerintah.

“Ini adalah peristiwa yang mengharukan bagaimana bapak ibu di Cabang dan Ranting dalam kondisi juga sama-sama menghadapi Covid, tetapi kemudian tetap bersedia berinfak. Itulah salah satu DNA dan karakter orang Muhammadiyah ketika sudah dipanggil untuk berinfak, ‘aladzina yunfiquna fi sarra’ wa dharra’ lalu kemudian kita berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit, kita peduli pada orang lain,” pungkas Jamaludin mengutip ayat 34 Surat Ali Imran.

(Sumber: Muhammadiyah)