BACOT! "PPKM ini cuma ngendalikan diri untuk gak kemana-mana selama 20 hari aja, masak gak bisa?"

"PPKM ini cuma ngendalikan diri untuk gak kemana-mana selama 20 hari aja, masak gak bisa?"

Cocotnya para buzzeRp dan pendukung Jokowi luwes banget kalau ngomong. Dinilai rakyat gak peduli covid, gak mau patuh pemerintah. Seolah semua orang di negara ini udah hidup makmur dan punya persidaan buat survive selama 20-30 hari kedepan. 

Bagi wong cilik, 20 hari tanpa kepastian pemasukan buat melangsungkan hidup, seperti terombang ambing di lautan lepas menunggu kapan diselamatkan. Tanpa makanan, tanpa minuman ditengah ancaman kematian. 

Berbeda dengan keadaan 20 hari berada di kapal pesiar. Yang mau apa aja tinggal tekan tombol dan memesan sesuatu buat dimakan. 

Jangan luwes bibir tapi tajam lidah dalam menyamakan keadaan dirimu dan mereka. Dirimu udah dalam zona nyaman, menerima gaji bulanan dan keadaan PPKM kamu anggap seperti cuti dari kerjaan dan itu sangat menyenangkan. Karena gajimu tetap dibayarkan perusahaan. 

Lalu mereka?

Gak keluar ya gak makan!

Karena yang mereka lakukan hari ini, untuk dihabiskan pada hari itu dan jika tersisa mungkin hanya untuk beli kopi dan sarapan sepotong bakwan. 

Mereka gak bermimpi buat beli mobil dengan usaha yang dilakukan. Mereka gak ada niat mencari pemasukan buat liburan. Yang mereka pikirkan hanya keluar untuk mencari makan anggota keluarga di rumah.

Mental rakyat bukan mental pengemis. Ketika mereka ada usaha, pantang bagi mereka meminta bantuan atau mengadu pada orang lain atas kesusahan. Biarlah usaha hanya dapatkan pemasukan 20-40 ribu/hari, itu udah membahagiakan daripada mengadahkan tangan meminta belas kasihan. 

Jangan heran apabila menemukan para pedagang tetap berkeliling jajakan barang, dengan keuntungan yang sedikit didapatkan. 

Selagi tangan masih kuat, selagi kaki masih bisa dilangkahkan, disitu ikhtiar dijalankan. 

Kita mengalami badai yang sama, tapi dalam kapal yang berbeda. Jika gak bisa bersimpati, bagusnya diamkan cocotmu. Nikmati saja zona nyamanmu, tonton TV sambil kunyah cemilan dan minum boba.

(By Setiawan Budi)