Zulhas: Fitnah terhadap Ustadz Adi Hidayat Harus Diusut Tuntas, Kita Harus Menghentikan Pihak-pihak Yang Suka Membenturkan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan baru saja menyerahkan donasi untuk Palestina sebesar Rp3,7 miliar melalui Ustadz Adi Hidayat (UAH).

"Kemarin, saya menyerahkan bantuan atau donasi Palestina sebesar Rp3,7 miliar melalui Ustadz Adi Hidayat (UAH), untuk menunjukkan bahwa kami percaya UAH sosok yang amanah dan sudah menjalankan semua prosedur dengan baik," kata Zulhas seperti dikutip dari akun Twitternya, @ZUL_Hasan, Jumat (4/6/2021).

Zulhas menyoroti fitnah yang dialami Ustadz Adi Hidayat yang telah mengumpulkan donasi untuk membantu warga Palestina.

Zulhas menilai sosok seperti UAH justru harus didukung karena menjalankan donasi secara terbuka, transparan, bersedia diaudit dan melibatkan lembaga terpercaya.

"Pihak-pihak seperti UAH yang menjalankan donasi secara terbuka, transparan, mau diaudit, melibatkan lembaga terpercaya, justru perlu kita dukung. Fitnah terhadapnya harus diusut tuntas," ujarnya. 

Zulhas lantas memposting video saat dirinya dan rombongan dari PAN menemui Ustadz Adi Hidayat saat menyerahkan donasi untuk Palestina.

"Seusai kunjungan dan penyerahan, saya berpesan kepada media bahwa kita harus menghentikan pihak-pihak yang kerap berusaha membenturkan negara dan Islam," ujar Zulhas.

Dukungan Zulhas kepada Ustadz Adi Hidayat ini disambut baik.

"Semoga video dari Pak Zulkifli Hasan ini bisa meluruskan kenyinyiran-kenyinyiran pihak tertentu kepada UAH. Yang benar bukan UAH yang mendatangi partai, tetapi UAH yang dikunjungi. Dalam bingkai silaturahim yang baik. Seperti kata Pak Zul di posting dan video ini, sebagai dukungan nyata dirinya dan PAN kepada UAH, dengan ikut mendonasikan Rp 3,7 miliar melalui UAH. Ini di luar yang Rp 30,8 miliar," kata juru bicara UAH, Fahd Pahdepie di akun facebooknya, Sabtu (5/6/2021).

"Adanya dukungan dari berbagai pihak menjelaskan bahwa UAH sosok yang terpercaya. Dana yang didonasikan Pak Zul dan kawan-kawan ini akan disalurkan untuk membantu anak-anak yatim piatu di Gaza. Tak beralasan jika narasi yang dikembangkan adalah UAH menggalang donasi untuk kepentingan politik, jadi buzzer partai, petugas partai, dan seterusnya," lanjut Fahd Pahdepie. 

[Video]