"YAKALI NGGAK PUNYA RUMAH DI UMUR 40"

KENAPA PILIHAN "DIKSI" ITU PENTING

Yang lagi ramai di Twitter. 

Jadi gini. Yakali seumuranmu nggak ngerti soal pilihan diksi. (Nggak enak kan kalau ada yang nulis gini?) 

Kenapa diksi itu penting?

KARENA MAKSUD YANG BAIK, KALAU NGGAK DISAMPAIKAN DENGAN DIKSI YANG TEPAT YA JADINYA NGGAK TERSAMPAIKAN DENGAN TEPAT.

I am totally fine dengan orang yang punya privilege kaya sejak sebelum lahir. Itu rezeki. Hanya saja, nggak tepat rasanya kalau orang yang tajirnya sebelum lahir menceramahi orang lain dengan diksi tonedeaf semisal, 

"YAKALI NGGAK PUNYA RUMAH DI UMUR 40" 

Cz what? 

Karena jika dia di posisi nggak punya, belum tentu juga dia sudah punya yang dia punyai sekarang. 

Alih-alih memotivasi agar orang berusaha punya rumah sebelum usia 40, diksi yang dia gunakan malah bikin orang emosi. Mau di belakangnya dikasih taps tips juga tetap saja itu tidak mengurangi nyebelinnya diksi yang dia pakai di kalimat tadi. 

If I were her, I would have said:

"Jadi gini. Milennials itu umur 24-40. Nah, bicara soal ini, menurutku sih ada baiknya kita punya rumah sebelum usia 40. Kenapa? ... dst."

Apalagi kalau diakhir ditambahin doa semoga kita semua dimudahkan untuk bisa punya rumah sendiri sebelum usia 40.

Gimana? 

Beda kan, feel-nya?

(Fissilmi Hamida)