TERNYATA Anggaran ALUTSISTA Butuh Hingga 3,47 KUADRILIUN Bukan Cuma 1.760 T

Tentang Anggaran Kemenhan

Lihat Video ini (*video dibawah), baru paham mengenai besaran anggaran Kemenhan yang luar biasa itu. Dan ternyata, anggaran 1.760 Triliun itu adalah angka yang sudah jauh dari ketentuan yang telah dibuat saat masa SBY menjabat. 

Perencanaan pertahanan negara dengan segala aspeknya meliputi pembelian alutsista itu seperti perencanaan Repelita era Soeharto. Dimana rentang waktunya 20 tahun dan dalam 5 tahun akan dilihat sampai dimana perkembangannya. 

Saat SBY menjabat, sudah ada rancangan yang dibuat dari tahun 2005 - 2025. 

Dua periode SBY dan satu periode Jokowi yang kemarin, ternyata gak membawa dampak dan perubahan pada alutsista kita. Dan saat ini, Prabowo lah yang menyelesaikan PR dari mereka yang pernah menduduki jabatan Kemenhan. 

Saat Prabowo menginginkan semuanya ada di 2024, itu bukan mengejar popularitas atau ingin menggunakan panggung politiknya sebagai Menhan. Tapi justru ingin menyelesaikan apa yang tidak tuntas dari Menhan-Menhan sebelumnya. 

Tugas Menhan Prabowo (jika kita mau meluangkan waktu menonton video), itu ternyata sangat berat. 

Selain menyelesaikan PR dari Menhan-Menhan sebelumnya, beliau juga harus menyusun rencana strategi pertahanan sampai periode 2045. Di tahun 2045, semua sistim dan kesiapan alat pertahanan kita harus sudah lengkap. 

Kenapa titiknya adalah 2045? Karena pada tahun itu adalah peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Dan saat peringatan itu, Indonesia sudah harus memperlihatkan dirinya sebagai negara yang perkasa. 

Sektor Pertahanan adalah salah satunya yang difokuskan, selain sektor-sektor lainnya yang juga harus ikut naik bersama. 

Jadi sangat salah apabila menilai anggaran 1.760 T adalah pandai-pandainya Prabowo dalam menyusun angka atau sebuah nafsu atas kengototannya memperbarui alutsista. Semuanya dilakukan, karena amanat dari apa yang telah dibuat oleh pendahulu Prabowo sebagai Menhan. 

Ada garis-garis besar yang dijadikan acuan pembangunan sistim pertahanan, dan itulah yang dijadikan Prabowo sebagai dasar ia bekerja. Acuan itu telah dibuat pada masa SBY dan dijadikan mercusuar pembangunan pertahanan kita sampai 2045. 

Saat Prabowo dihujat, dibully dan dikritik atas anggaran yang diberitakan saat ini. Satu yang saya garis bawahi, beliau tidak ada menyalahkan Menhan-Menhan sebelumnya. Sangat mungkin Prabowo menunjuk Menhan-Menhan sebelumnya, jika ia tidak ingin disalahkan. Namun hal itu tidak ia lakukan. 

Sebaliknya ia malah menanggapi segala keraguan dan hujatan dengan santai. Menjelaskan ke DPR dengan data dan fakta, tanpa ada aturan yang dilanggar karena acuannya sudah jelas. 

Jika Prabowo mau ngotot, maka ia akan pakai perhitungan masa SBY, dimana kebutuhan anggaran Kemenhan sampai 2045 adalah 3.400 Triliun. Memakai anggaran tersebut gak akan salah, karena telah disetujui oleh pemangku kebijakan dan telah melalui persetujuan. 

Namun Prabowo tidak mau menggunakan angka itu, dikarenakan situasi negara yang mengalami pandemi corona dan keadaan ekonomi yang menurun. 

Angka 1.760 Triliun adalah angka yang realistis, dimana sudah melalui pertimbangan bahwa negara sedang menghadapi situasi yang sulit. Dan pembelian alutsista yang direncanakan adalah pembelian alat-alat yang menjadi kebutuhan dasar prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan. 

Saat masa SBY, sistim pertahanan negara kita sudah terbayang bentuknya pada tahun 2045. Ibarat kata, tahun 2045 Indonesia akan memiliki mobil Inova dimana dananya sudah dianggarkan. Namun saat kondisi negara lagi sulit, Prabowo menurunkan angkanya, sehingga target Inova yang dicanangkan masa SBY, kemungkinan hanya terbeli mobil Avanza saja nantinya. 

Jadi anggaran 1.760 itu bukan anggaran yang sebenarnya telah dibakukan sejak era SBY. Justru Prabowo bersama kementrian pertahanan menyiasti bagaimana program tetap berjalan, walau keadaan sedang sulit. 

Angkat topi untukmu Jendral..👍

Tidak mau menyalahkan Menhan-Menhan sebelumnya, menanggung semua kerja dipundakmu. Dan memikirkan agar pelaksanaan strategi pertahanan tetap berjalan sampai 2045, dengan kekuatan anggaran yang ada. 

Panjang umur perjuangan, salam untukmu..👌

(Setiawan Budi)

[SIMAK VIDEONYA]