Juru Wabah UI: Vaksin Kita Pakai Bukan Terbaik di Dunia

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia dr. Pandu Riono menyebut upaya herd immunity atau kekebalan komunal sulit dilakukan di Indonesia. Hal ini karena adanya beragam kendala di Tanah Air.

“Pertama, soal jumlah penduduk yang sedemikian besar dan lokasi geografis yang luas,” ujarnya di YouTube Hersubeno Arief dipantau, Sabtu (26/6/2021).

Kedua, menurutnya masalah ketersediaan vaksin yang terbatas. Diketahui saat ini dunia berebut jatah vaksin.

Kemudian, masalah efektivitas vaksin (efikasi) yang dinilainya tidak mampu menghasilkan antibodi hingga lebih dari 90 persen. “Apalagi vaksin yang kita gunakan bukan yang terbaik di dunia,” tegasnya.

Para peneliti China sebelumnya menyebutkan antibodi yang dihasilkan oleh dua vaksin Covid-19 buatan China kurang efektif melawan varian Delta dibandingkan varian lainnya. Namun, vaksin itu masih memberikan perlindungan, kata peneliti China kepada media pemerintah.

Dalam wawancara yang disiarkan oleh China Central Television pada Kamis (24/6), Feng Zijian, peneliti sekaligus mantan wakil direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, tidak memaparkan penjelasan lebih lanjut.

Varian Covid-19 Delta, yang mulanya muncul di India, menjadi varian dominan di seluruh dunia dengan penularannya yang tinggi, seperti yang diperingatkan kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu.

“Karenanya ini mission impossible,” ujar Pandu Riono yang sering disebut sebagai juru wabah ini.

Ditambahkannya, dirinya pernah menyarankan ke pemerintah agar tidak hanya mengandalkan vaksin saja dalam memerangi pandemi. Tapi juga menggalakkan masyarakat agar bersama-sama melakukan tindakan pencegahan perilaku berisiko.

Yakni dengan disiplin menerapkan 5M, bukan hanya 3M. Dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air bersih, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. 

Sumber: LINK