Apakah Orang-orang Zalim itu Takut Pengadilan Akhirat? Tidak. Kenapa? Karena Itulah Hukuman Allah, Tertutupnya Pintu Hidayah

[Tadabbur]

Apakah orang-orang zalim itu takut pengadilan akhirat? Jawabnya tidak. Karena mereka telah merasa baik. Coba lihat surah Fathir ayat 8 dan surah Muhammad ayat 14.

Mereka hanya takut kalau uang mereka habis.

"Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." [QS Fathir: 8]

"Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan mengikuti keinginannya?" [QS Muhammad: 14]

===============================

Ibnu Al-Qayyim dalam Syifa` Al-'Alil menjelaskan kenapa mereka bisa tenang dan sabar dengan kezalimannya:

وكلُ ظالمٍ وفاجرٍ وفاسقٍ لابد أن يريهُ اللهُ تعالى ظلمهُ وفجورهُ وفسقهُ قبيحاً ، فإذا تمادى عليه ارتفعت رؤيةُ قبحهِ من قلبهِ فربما رأهُ حسناً عقوبة له . فإنه إنما يكشفُ له عن قبحهِ بالنورِ الذي في قلبهِ وهو حجةُ اللهِ عليه ، فإذا تمادى في غيهِ وظلمهِ ذهب ذلك النورُ فلم يرَ قبحهُ في ظلماتِ الجهلِ والفسوقِ والظلمِ 

"Semua orang zalim, fajir dan fasik pasti akan Allah tampakkan kepadanya kezaliman, kefajiran dan kefasikan itu sebagai sesuatu yang buruk. Tapi karena dia ini terus saja betah melakukannya maka pandangan buruk itu terangkat dari hatinya sehingga dia malah melihatnya sebagai sebuah kebaikan, dan itulah hukuman Allah buatnya.

Keburukan itu hanya akan terbuka dengan cahaya Allah dalam hati yang nanti akan jadi hujjah Allah untuk menghukum dirinya. Kalau dia betah dalam kezaliman dan kesesatan maka cahaya itu pun akan sirna, sehingga keburukan itu tak terlihat dalam kegelapan kebodohan, dosa dan kezaliman."

(Ustadz Anshari Taslim)