Ade Armando, BEM UI, Lip Service

Lip service: Kata ini tidak ada hubungannya dengan lipstick. Ia adalah frasa untuk menggambarkan seseorang yang kelihatan gigih memperjuangkan sesuatu, bisa bicara panjang lebar tentang yang dia perjuangkan, dan dengan heroik berjanji untuk memenuhi apa yang dia perjuangkan. 

Namun tidak pernah jadi kenyataan. 

Tidak terlalu sulit untuk memahaminya. Dalam hidup sehari-hari kita mengenal istilah "omdo" ... omong doang. Nah itulah dia! 

Contohnya? Banyak sekali. Mendongaklah sedikit ke atas, sebagian besar manusia yang mengurus orang banyak itu adalah orang-orang lip-sec (singkatan saya untuk lip service) atau omdo. 

Lip-sec adalah pemanis. Dia adalah kata-kata manis dan imajinasi yang manis tentang apa saja. Ia adalah upaya untuk mempengaruhi orang.

Eh, mengapa tiba-tiba kita bicara tentang lip-sec? Oh iya. Karena ternyata ada raja lip-sec. Itulah yang ditunjukkan oleh anak-anak mahasiswa nakal UI -- yang dituduh dosennya sebagai pandir dan jadi mahasiswa karena nyogok ... :P 

Dosen itu tentu juga sedang melakukan lip-sec. Tapi dia tidak memberi janji manis. Dia memakai bibirnya untuk ... menjilat. Kok bisa? Bukannya menjilat pake lidah? Ah, pake mulut juga bisa kok!

(Made Supriatma)

*Sumber: fb