TEGAS!! Aziz Yanuar Tanggapi Video Pengakuan Terduga Teroris Yang Pernah Bergabung dengan FPI

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) Aziz Yanuar menepis berbagai tudingan yang mencoba mengkait-kaitkan Front Pembela Islam (FPI) dengan terorisme. 

Aziz menegaskan Front Pembela Islam (FPI) itu sudah bubar, dan upaya untuk menteroriskan FPI yang saat ini sedang gencar dilakukan adalah mustahil karena FPI nya sudah bubar. 

"FPI Front Pembela Islam sudah bubar itu fakta. Mengenai ada klaim dari eks anggota FPI yang pernah gabung FPI dulu dan saat ini menjadi terduga pelaku teror, maka itulah namanya framing jahat kolaborasi media iblis dan iblis operator isu jualan teror ini, karena membuktikan FPI terkait dengan aksi teror saat ini adalah tidak mungkin karena FPI nya sudah bubar," ujar Aziz kepada Faktakini.info, Ahad (4/4/2021) sore. 

Aziz menegaskan FPI sudah dibubarkan oleh pemerintah. Karena itu sungguh lucu bila masih meminta pertanggungjawaban ke FPI karena secara hukum entitas yang sudah tidak ada tidak bisa diminta pertanggungjawaban. 

"Kan yang bubarkan pemerintah zalim. Yang bubarkan pemerintah zalim, masa' minta tanggung jawab ke pihak yang sudah tidak eksis lagi sebagai sebuah entitas. Itu artinya sudah zalim, tambah dungu dan pandir pula. Secara hukum, entitas yang sudah tidak ada alias almarhum, maka tidak bisa diminta pertanggungjawaban", lanjutnya. 

"Contoh, masa' minta pertanggung jawaban sama kerajaan Majapahit terhadap kezaliman, kedunguan dan kepandiran penguasa saat ini?', tambahnya. 

Aziz pun menyindir anggota polisi yang tahun 2015 lalu bergabung ke Suriah mendukung ISIS, dan ada pula yang menjual senjata ke pemberontak OPM Papua, tetapi institusi tersebut tidak mau disalahkan terlibat terorisme. 

"Sedangkan 2015 lalu ada eks anggota suatu institusi negara yang nyata mengaku ke Suriah bergabung dengan ISIS, tapi tidak satupun media iblis dan iblis operator jualan isu teror yang mengkaitkan isu itu dengan  terorisme, padahal itu fakta jika mau dikaitkan, tapi tidak dilakukan, kenapa?"

"Ada juga anggota institusi negara tersebut yang menjual senjata ke kelompok separatis, tapi tidak disebut institusinya pendukung separatis yang ingin menghancurkan NKRI".

"Kenapa untuk institusi yang masih eksis dan anggotanya jadi anggota ISIS tidak dikaitkan dengan teroris dan separatis pada institusinya?"

"Tapi jika FPI yang nyata sudah bubar masih juga dikaitkan? Itulah namanya framing dan upaya pembusukan kepada FPI yang sudah bubar", lanjutnya. 

Alumnus Universitas Pancasila ini mengungkap di FPI bila ada orang yang berpikiran ekstrim dan ngotot mau memaksakan pendapat nya sendiri, pasti sudah dikeluarkan dari organisasi. Tidak diterima di tubuh FPI yang wasathiah (moderat).

"Di FPI ketika masih eksis secara entitas, orang orang yang sok radikal radikul dan ngotot mau maunya sendiri pasti sudah dikeluarkan dari FPI. Dan orang-orang tersebut tidak diterima di tubuh FPI yang wasathiah," tegasnya.

[VIDEO]