Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator

[PORTAL-ISLAM.ID]  ANKARA - Pernyataan Perdana Menteri Italia yang menyebut Presiden Turki sangat 'diktator' telah membuat hubungan Turki-Italia terganggu. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyayangkan hal itu, mengatakan pernyataan Mario Draghi seminggu yang lalu itu sama sekali tidak bijak dan tidak sopan.

"Pertama-tama, pernyataan perdana menteri Italia adalah mutlak tidak bijaksana total. Itu sangat kasar," kata Erdogan di depan sekelompok pemuda, pada Rabu (14/4/2021), seperti dilaporkan ABC News.

"Dengan membuat pernyataan ini, pria bernama Draghi sayangnya telah menghancurkan hubungan kami tepat pada saat kami berharap hubungan Turki-Italia akan mencapai tempat yang baik."

Erdogan menyinggung bagaimana Draghi bisa mencapai posisinya saat ini.

"Lagipula kau (menjadi PM karena ditunjuk), kau bukan seseorang yang terpilih (melalui pemilu)," ujar Erdogan.

Draghi, mantan kepala Bank Sentral Eropa yang sangat dihormati, menjabat sebagai perdana menteri pada Februari setelah pemerintah sebelumnya runtuh dalam pertengkaran politik. Saat itu presiden Italia memintanya untuk menjabat sebagai perdana menteri. 

“Kami akan melanjutkan perjalanan kami dalam melayani bangsa kami dengan kekuatan yang kami dapatkan dari rakyat kami, dengan kemauan yang diberikan rakyat kami,” lanjut Erdogan.

Pernyataan Draghi yang menyebut Erdogan 'diktator' adalah komentarnya atas Skandal Kursi atau 'Sofagate' yang menghebohkan pada pertemuan dua pemimpin tertinggi UE di Ankara. Ketika itu, Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen tidak diberi tempat duduk saat kunjungan ke Ankara. Itu adalah kesalahan protokoler yang menjadi sorotan di Eropa.

Kasus ini melebar dengan banyak pers memberitakan reaksi dari berbagai pihak, termasuk Draghi.

Draghi membuat pernyataan tidak diplomatis ketika diminta mengomentari Skandal Kursi itu.

Pejabat senior pemerintah Turki berkumpul di sekitar Erdogan, dan juru bicara kepresidenan menuntut Draghi mencabut kata-katanya.

Buntut dari komentar Draghi, Kementerian Luar Negeri Turki memanggil Kedutaan Besar Itali di Ankara.

Wakil pemimpin partai AKP Erdogan, Numan Kurtulmus, mengatakan, "tidak ada diktator di negara kami. Jika Anda ingin melihat seorang diktator, lihat sejarah Anda sendiri. Lihatlah Mussolini!" 

[ABC News/RMOL]