SANG MENTOR

SANG MENTOR

5 orang kandidat pemimpin Indonesia pilihan generasi muda bangsa. Dari nama-namanya, ada 3 orang yang naik karena ada andil Prabowo Subianto (PS) atas kesuksesannya saat ini. Dan 1 orang mentor yang bertangan dingin. 

1. Sandiaga Uno

Sosok pria tampan ini lebih dikenal sebagai pengusaha. Pilkada DKI 2017 adalah sejarah bagi Sandiaga Uno melibatkan dirinya dalam kancah politik dengan jabatan Wakil Gubernur DKI. 

Sebelum pilkada, Sandi aktif mengunjungi warga DKI dalam pencalonannya sebagai pimpinan DKI. 1 tahun waktu yang ia berikan untuk mengenal lebih dekat dengan warga DKI. 

Saat pencalonan, dirinya harus merelakan jabatan Gubernur diberikan pada Anies, dan menerima pencalonan sebagai wakil Anies. Kebesaran hatinya patut diacungi jempol, pengabdiannya gak bisa diragukan lagi. 

Meninggalkan kenyamanan sebagai pengusaha, mau turun dan berhadapan dengan statemen miring pada dirinya. 

Hingga finalnya ia dicalonkan menjadi wakil Presiden menemani sosok Mentornya, Prabowo Subianto. Walau kalah, dirinya tetap dianggap tokoh perubahan. Tokoh milenial yang memiliki sejuta ide untuk memajukan rakyat Indonesia. Dan dia masih diharapkan generasi muda untuk memimpin negara ini. 

2. Ridwan Kamil

Sebelum menjadi pejabat dan turun di dunia politik, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek merangkap dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung. 

Karier politiknya dimulai tahun 2013, saat ia mendapatkan dukungan Gerindra dan PKS untuk mencalonkan diri sebagai Walikota. Pasangan RK memperoleh suara 45% mengalahkan pasangan lain dan berhak duduk di kursi Walikota Bandung Periode 2013-2018. 

Selesai jabatan walikota, RK menjajal pilkada jabar dan mememperoleh suara terbanyak sehingga didampuk sebagai Gubernur Jabar sejak 13 september 2018. 

Andai dulu RK tidak dapatkan dukungan dari Gerindra, mungkin karier RK hanya tertoreh sebagai arsitek saja. Keberanian Gerindra dan PKS memberi dukungan pada RK, membuat sosoknya langsung dikenal luas dan menjadi idola anak muda. 

3. Anies Baswedan

Setelah diberhentikan sebagai Menteri Pendidikan periode pertama jokowi, nama Anies Baswedan langsung tenggelam. Tidak ada lagi panggung politik untuk dirinya, membuat sosok AB cepat dilupakan. 

Pilkada DKI 2017 membawa cerita lain bagi masa depan AB. Tidak terdengar sebagai kandidat, dipenghujung pendaftaran nama Anies langsung keluar sebagai Cagub yang menemani Sandiaga Uno. 

Munculnya nama Anies ini langsung membuat kehebohan. Terutama buat kalangan pendukung PS yang masih menyimpan dendam pada Anies karena keterlibatan diri Anies sebagai timses Jokowi di 2014 dan pernah memberikan stigma negatif pada PS. 

Namun PS telah memutuskan dan memberikan petuah pada pendukungnya agar menerima Anies karena ia adalah sosok yang dipilihnya memimpin Jakarta. 

Kebesaran hati PS meluruhkan semua emosi atas sosok AB dibarisan penyelamat Jakarta untuk melawan ahok. PS pun berinisiatif merangkul Anies yang terlihat gugup, mengingat masa pilpres 2014 pernah menyerangnya. 

Inilah politik yang tersaji dengan mengabaikan dendam. Jika dendam itu dipelihara PS, maka Anies masih diberi label pecatan menteri yang tidak becus. Sungguh langkah bijak, saat PS justru memperlihatkan kebesaran hatinya. Menggeser Sandiaga yang telah dulu memulai kampanye dan memberikan tempat utama pada Anies yang masuk belakangan. 

Adakah tokoh politik seperti PS? Kasih tau saya jika ada yang seperti dia. 

4. Prabowo Subianto

Inilah sang Mentor politik negeri. Mesin yang mencetak pemimpin negeri melalui Partai Gerindra yang dibinanya. Sosoknya yang tenang, namun menyimpan ketegasan yang luar biasa. Lelaki cerdas karena pengalaman, membuat sosoknya sangat disegani oleh lawan2 politiknya. 

Senyumnya khas, tidak memperlihatkan kebengisan saat berhadapan dengan lawannya. Santun dalam berucap dan ikhlas dalam bertugas. 

Bully dan caci bukanlah penghalang untuknya. Semakin dibully, sosoknya semakin tegar. Semakin dihujat, sosoknya tidak akan tumbang. Justru ia melawan dengan rangkulan, dan ini adalah kunci utama dirinya ketika memberikan kesempatan pada siapa saja untuk memimpin negeri ini. 

Panggung ia sediakan, dukungan ia berikan. Tinggal mereka yang dipercaya untuk bisa mengemban amanah dan menjalankan tugas mensejahterakan rakyat. Mau memanfaatkan panggung dengan baik atau menghancurkan panggung dengan kepercayaan dari rakyat? 

Tidak ada kebahagiaan yang ia tuju, ketika para pemimpin yang ia angkat bisa memberikan arti bagi negeri. 

Salam dan kagum untukmu Pak...Mentor Politik Indonesia 🙏

(By Setiawan Budi)