Petruk atau Pinokio Sambut Presiden Jokowi di Padepokan Butet, Kocak dan Seru, Bahkan Penuh Sindiran

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kedatangan Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk meninjau vaksinasi 500 seniman Jogja mendapat sambutan dari rombongan Petruk/Pinokio di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) yang dikelola Butet Kartaredjasa pelawak, Bantul, Rabu (10/3/2021) pagi kemarin. 

Para analis dan publik menafsirkan peristiwa jenaka itu berbeda-beda, obyek sama yakni Jokowi, tapi inetrpretasi dan persepsi beda-beda. Kok bisa?

Ketua PSBK Butet Kartaredjasa pun memberi tanggapan terhadap komentar netizen yang justru mengidentikkan tokoh Petruk dengan Pinokio, yang juga dikenal memiliki hidung panjang saat berbohong. Petruk atau Pinokio mirip, pas juga untuk lakon Petruk dadi Ratu, atau Pinokio lagi melaku (jalan). Yang jelas Jokowi mendapat sambutan, soal penafsiran atas sambutan itu beda-beda ya sah saja.

Para analis, intelektual dan publik menafsirkan bermacam-macam, beragam. Boleh saja. Para netisen menilai, sudah wajar kalau Jokowi ketika mengunjungi pedepokan Bagong Kussudiardja disambut oleh pasukan Pinokio atau Petruk berbusana adat Jawa, dan Butet Kertaradjasa tentunya suka dan senang saja. ''Padahal sambutan dengan pasukan Pinokio berbusana adat Jawa ini merupakan sindiran yang pas, telak, dan terukur,'' ujar netizen.

Presiden Joko Widodo diketahui sambangi lokasi vaksinasi untuk seniman di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Yogyakarta.

Kunjungan itu pun disambut meriah dengan tarian 'Petruk Divaksin', sebuah inisiasi dari Seniman Butet Kartaredjasa.

Namun, sayangnya penyambutan orang nomor satu di Indonesia oleh sejumlah penari berdandan khas Petruk itu justru membuat sebagian netizen salah fokus dan menilai itu suatu sindiran satiristis.

Bahkan tokoh nasionl Rizal Ramli (RR) menafsirnya mungkin beda: ''Mbah-B: Itu cara sindiran wong Jogya. Sudah jelas arahnya. Itu parodi topeng Pinokio pake tarian Jogja. Butet kok sudah mulai ''jail lagi'','' ujar RR di akun twitternya membagikan video.

''Mas Jokowi kok makin lama kata-katanya dan tindakan-tindakannya semakin lama semakin tidak kredible?'' lanjut RR.

''Libur yang lama dulu lah, biar bener,'' imbuh RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur.

Publik menilai, parodi Pinokio atau Petruk sekalipun itu, memang halus yang disimbolisasikan dengan menggunakan pinokio sebagai perlambangan dari tradisi kebohongan sistemik dan struktural... Tapi sayang, yang disatiri malah ikut menikmati, makin tumpul kehadiran rasa dan pikirannya. Namun Jokowi dan Butet happy saja kok. Apa boleh buat. (Konfrontasi)

[Video]