Pertanyaan Ter-Epic Ketika Puasa: KOK KAMU NGGAK MATI?


Pertanyaan Ter-Epic Ketika Puasa: KOK KAMU NGGAK MATI?

By Fissilmi Hamida 

Foto ini diambil musim semi kala itu, saat aku ada dinas ke Kota Coventry dan London selama seminggu. Setelahnya, aku ke Kota Bristol dan tinggal selama seminggu di sana. 

Tentu saja, aku mengunjungi almamater, bertemu dengan keluarga Indonesia di Bristol, janjian dengan beberapa sahabat, salah satunya dengan Emma, si cantik berwajah klasik asal York. 

Kalau kalian follow Instagram/Youtube Pronunciation with Emma, Emma yang aku maksud adalah Emma itu. Dia teman sekelasku saat S-2. Aku juga janjian untuk bertemu dosen-dosenku. 

Foto ini diambil di salah satu sudut kampus, di depan gedung HW Physics Building. Gedung klasik mirip istana, gedungnya anak-anak Fisika. 

🍂

Bicara soal almamater, aku jadi flashback ke pengalaman waktu menjalani Ramadan di Inggris. Waktu itu 19 jam lamanya. Endes ya.

Banyak orang sering bertanya soal Ramadan ini, tapi yang paling epic adalah pertanyaan: 

"NOT EVEN WATER & YOU DON'T DIE?" 

Kamu bahkan nggak boleh minum selama puasa dan kamu nggak mati?

Ye ... ngana pikir? 
Aku tak selemah itu, Sayang. 

Tapi serius. Teman-temanku memang selalu WOW tiap bertanya soal puasa. Apalagi setelah tahu durasinya. Sebulan penuh, 19 jam lamanya. Subuh pukul 02.30, Maghrib pukul 22.00. Bahkan, seringkali mereka jadi lebih perhatian. 

Uwuwuwu untung aku nggak jomlo (yang baku jomlo ya, Beb, bukan jomblo). 

Coba kalau aku jomlo. Dikasih perhatian kan bisa baper berkepanjangan dan berujung meminta kepastian untuk dibawa ke pelaminan. 

Ish, malah ngelantur.

Baiklah. Kembali ke cerita soal puasa. 

🍂

Waktu itu bulan Juni. Bulan puasa. Aku ada briefing bersama para penerima University of Bristol Alumni Foundation Awards yang lain di gedung kampus di Tyndal Avenue, sebelum kami berangkat ke negara tujuan conference masing-masing. 

Iya, dibiayain kampus soalnya. Jadi harus dibriefing dulu sebelum cek panas itu diberikan ke tangan kami semua.😍 

Tapi habis itu langsung habis hiks hiks. Buat beli tiket pesawat PP Bristol - Amsterdam - Osaka, buat biaya visa, dan lainnya. Duh kan. Jiwa misqueen-ku berteriak kalau udah ngomongin ginian. 

Aku waktu itu ke Jepang, ada Mas-Mas mahasiswa PhD in Politics yang ke US, ada PhD in Medicine yang ke Canada, dan lainnya. Ada sekitar 9 orang waktu itu.

Selesai briefing, si mas PhD yang mau ke US itu tanya, 

"Kamu mau ke mana habis ini?" 

Aku jawab, "Mau ke prayer room (musala). Mau salat Ashar." 

Eh, si PhD ini kekeuh dong mau anterin aku ke prayer room. Bahkan aku saja lupa siapa namanya. Tillman? Tim? Timmy? Pokoknya pakai huruf T gitu deh namanya.

Aku bilang, "It's just a stone's throw away. Deket banget. Ngesot doang juga nyampe." 

Iya, karena jarak dari Tyndall House ke prayer room itu paling cuma dua menit jalan kaki. 

Tapi doi kekeuh pokoknya mau anterin aku. 

Alasannya bikin ngakak. Katanya:

"BECAUSE YOU ARE FASTING FOR 19 HOURS, NOT EVEN WATER, SO I HAVE TO MAKE SURE YOU DON'T DIE BEFORE REACHING THE PRAYER ROOM."

Karena kamu puasa 19 jam dan bahkan nggak boleh minum. Jadi aku harus pastiin kamu nggak mati sebelum kamu sampai musala.

Allahu Akbar!
Gemesin nggak, sih?
Minta dibungkus dan dibawa pulang deh mas-mas satu ini.

Lucu sih, tapi bukti kalau perhatiannya tulus. Nggak modus. Soalnya doi langsung ngeloyor pergi begitu aku masuk musala dan setelah melihat sendiri aku benar-benar baik-baik saja. 

Eh, waktu Ramadan selesai, dia kirim message dong. Cuma buat tanya, 

"YOUR HOLY MONTH HAS ENDED. YOU'RE STILL ALIVE, AREN'T YOU?"

Bulan sucimu udah lewat. Kamu masih hidup, kan?

Gemesin, kan? 

Dan ... ini bukti bahwa puasa itu dipandang sangat luar biasa oleh beberapa orang di luar keyakinan kita. Sweet banget ya. 

🍂

Begitulah. 
Ramadan dengan segala kisah lucunya.

Tak terasa, sebentar lagi dia akan kembali tiba. 
Semoga umur kita sampai untuk menjalaninya. 

Hiks ... rindu Ramadan tanpa Coronce. 🥺
Coronce plis ikut puasa juga, ya. Puasa buat nggak nempelin kita-kita. 

Nanti pas lebaran nggak usah ujung alias nggak usah deket-deket buat minta maaf. Kalian pergi aja, kami udah maafin kalian semua.

[*fb penulis]

Baca juga :