MUBAHALAH

MUBAHALAH

Bagi saya mendengar kata, ajakan atau ancaman bermubahalah itu lebih jauh menggentarkan daripada sekedar ancaman dipersekusi, dilaporin polisi, dibunuh atau dipenjarakan. Meskipun yakin berada di pihak yang benar, namun hati tak akan kuasa melihat lawan beserta keluarganya menderita dunia dan akhirat. 

Serasa hati terus bergetar apabila ada diantara muslim yang bermubahalah sebagai ujung dari pertikaian mereka.

Tak jarang jika niat bermubahalah terjadi di antara kawan yang saya kenal, saya turut melayangkan pesan japrian kepada keduanya untuk membatalkan. Meminta bantuan juga kepada orang yang lebih kompeten untuk mendamaikan. Sebisa mungkin menjelaskan kepada mereka tentang resikonya. Sambil secara intensif mendorong pihak yang saya pikir lebih atau duluan bersalah untuk meminta maaf. Serta meminta pihak lainnya berlapang dada memaafkan.

Sungguh. Kita mungkin bisa saja mengakali dan mencari celah dari hukum yang dibuat manusia. Namun tidak demikian dengan hukum Allah. Apalagi membawa sumpah atas nama-Nya, yang akan menjatuhkan laknat di dunia dan akhirat bagi yang bersalah. Bukan saja laknat bagi pelaku yang khianat, tetapi juga bagi seluruh anggota keluarganya. Innalillah.

Maka ketika saya mendengar bahwa pihak keluarga korban tragedi KM 50 memenuhi tantangan untuk bermubahalah dengan pihak kepolisian yang terkait dengan peristiwa ini, maka getar dan sesak itu hadir kembali. 

Tapi kali ini saya memahami mengapa pihak keluarga mau melakukan hal ini. Para korban sudah wafat namun mereka masih dijadikan tersangka. Almarhum tidak bisa bangkit dari kubur untuk membela dirinya. Maka keluarga lah yang bergerak untuk membela kehormatan mereka. Sungguh keberanian yang mengharukan.

Mubahalah telah terucap.

Dan saya menunggu para jagoan, pahlawan bangsa yang berhasil mengamankan negara dengan menembak mati 6 orang pemuda untuk muncul. 

Apa yang Anda khawatirkan?

Bukankah negara mendukung Anda? CMIIW.

Tak sedikit pula rakyat bersorak gembira atas perilaku dan keberanian Anda di KM 50.

Anda tentu yakin bahwa Anda tidak bersalah, begitupun para pendukung Anda.

Keluarlah! Jawablah mubahalah secara ksatria.

Biar puja dan puji serta suka cita langsung terarah kepada Anda. Dan kita bisa sama-sama menyaksikan kebenaran yang ada.

(By Aisha Rara)

[Video - Mubahalah Sudah Terucap Oleh Keluarga 6 Syuhada]