Gagal Atasi Pandemi, Presiden Paraguay Minta Semua Menteri Mundur

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez meminta semua menteri untuk mengundurkan diri menyusul protes warga terhadap penanganan pandemi. Dalam unjuk rasa ini demonstran dan polisi terlibat bentrokan.

Menteri komunikasi negara, Juan Manuel Brunetti, mengatakan bahwa presiden meminta semua anggota kabinet untuk menyerahkan posisinya. “Presiden pasti akan berbicara hari ini dengan warga. Dia akan mengumumkan perubahan, tapi kami ingin semua warga tahu dan mengerti bahwa pesan mereka sudah sampai ke presiden," katanya dikutip dari Aljazeera, Minggu, 7 Maret 2021.

Menurut Brunetti, Abdo Benitez menghormati protes damai dan seruan untuk perdamaian.

Bentrokan terjadi pada Jumat malam antara pengunjuk rasa dan polisi di pusat ibu kota, Asuncion. Para perusuh melempari para petugas dengan batu, yang kemudian dibalas dengan tembakan peluru karet dan gas air mata.

Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika (IACHR) pada Sabtu menyatakan keprihatinannya atas laporan bahwa polisi menggunakan kekerasan yang berlebihan terhadap orang-orang selama unjuk rasa. Mereka meminta pihak berwenang menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Demonstrasi itu terjadi di tengah kemarahan yang meningkat atas pandemi Covid-19 yang melonjak di Paraguay. Infeksi di sana mencapai tingkat rekor dan rumah sakit telah didorong ke ambang kehancuran.

Para pengunjuk rasa berunjuk rasa di luar gedung Kongres untuk menuntut pengunduran diri Abdo Benitez.

Pada Kamis, Senat mengadopsi resolusi yang menyerukan Menteri Kesehatan Julio Mazzoleni untuk mundur atas penanganan pandemi oleh pemerintah. Mazzoleni telah dikritik oleh para legislator, termasuk beberapa dari partai yang pemerintah dan serikat pekerja kesehatan.

Mazzoleni pun mengumumkan bahwa ia telah bertemu dengan presiden Jumat kemarin dan mengajukan pengunduran diri.

Paraguay telah melaporkan lebih dari 165.800 kasus Covid-19, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Lebih dari 3.200 orang telah meninggal karena virus corona.

(Sumber: ALJAZEERA, TEMPO)
Baca juga :