DUGAAN PERSELINGKUHAN KRAKATAU STEEL

DUGAAN PERSELINGKUHAN KRAKATAU STEEL

Krakatau Steel ini BUMN. Perusahaan milik negara yang selalu diunggulkan. Masyarakat pun menjadikan Krakatau Steel sebagai kebanggaan. 

Saat tahun lalu Krakatau Steel terancam bangkrut karena bebasnya baja dari China masuk, masyarakat bersuara membelanya. Karena tidak ingin Krakatau Steel bangkrut dan terjual ke pihak asing. 

Masyarakat mendesak Pemerintah harus membatasi bahkan melarang masuknya baja China ke negara ini, untuk memberikan pasar khusus bagi Krakatau Steel. 

Sayang..

Kepercayaan masyarakat malah dinodai oleh DUGAAN pengkhianatan Krakatau Steel sendiri. 

Ada laporan bahwa Krakatau Steel terlibat dugaan penyelundupan Baja China ke negeri ini. 

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Natsir menuduh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menyelundupkan baja dari China. Aksi yang dilakukan oleh BUMN ini merugikan negara hingga Rp 10 triliun.

Natsir bercerita, saat menjadi ketua panitia kerja soal limbah, dirinya sempat melakukan kunjungan kerja ke Bekasi. Di sebuah pabrik peleburan besi, ia menemukan baja yang berasal dari China tetapi cap yang tertera adalah Krakatau Steel.

Artinya, Krakatau Steel seolah-olah memproduksi baja tetapi sebenarnya baja tersebut berasal dari China. 

"Barang ini dari China, sudah dicap pakai Krakatau Steel ," jelas dia dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII dengan Kementerian ESDM, Dirut PT PGN, Tbk, Dirut PT Krakatau Steel (Persero), Dirut PT Krakatau Daya Listrik, Rabu (24/3/2021).

Dengan aksi yang dilakukan oleh BUMN ini maka keuntungan yang diperoleh adalah selisih harga. Ia melanjutkan, aksi ini tentu saja juga merugikan negara dengan nilai yang cukup besar.

"Ini harga selisih yang dinikmati Krakatau Steel dan pengemplangan pajak. Sekarang kasusnya sudah ada di Polda Metro, hampir Rp 10 triliun," kata dia.


Disayang-sayang, dibanggakan, dibela..namun menikam. Mbingungi, benci Maraknya Baja China yang marak masuk. Tapi kok malah berangkulan mesra...๐Ÿคจ

(Setiawan Budi)