PIGAI, Sudah Gak Punya Nilai Apa-apa Lagi Suaranya

PIGAI

Bersahabat dengan ketidakadilan, dengan kezaliman itu bukan negarawan. 

Pigai menilai dirinya sendiri sebagai negarawan makanya dia mau dipertemukan dengan Abu Janda yang telah merasiskannya. Kalau cuma bertemu dan memamaafkan Abu Janda sih nggak masalah. Tapi Pigai kasih kekuatan moral buat Abu Janda, seolah menjadi pembela Abu Janda dengan mengatakan, cuitan rasis Abu Janda tidak ada delik hukumnya. Padahal sebelumnya Pigai mengatakan hal yang berbeda. Malah dia menganggap Abu Janda hanya pion. Pemain caturnya adalah orang yang menempel ketat kekuasaan.

Abu Janda bukan cuma sekedar soal Permadi Arya. Dia telah jadi simbol ketidakadilan hukum. Jadi ujian pertama dan terakhir bagi Kapolri baru. Kalau kali ini Abu Janda lolos lagi, seumur-umur sebagian masyarakat tidak akan percaya lagi pada keadilan hukum. Tadinya memang sebagian masyarakat sudah putus asa. Tapi melihat posisi Abu Janda yang terjepit kanan kiri atas bawah, ditambah komitmen Kapolri baru, mulai sedikit tumbuh harapan bahwa keadilan akan mulai lahir lagi. Saat genting seperti itu, mendadak Pigai jadi “pembela” Abu Janda. Jadi pembunuh embrio keadilan.

Kejutan lainnya, yang mempertemukan Pigai dengan Abu Janda adalah politisi Gerindra yang telah lama bersahabat dengan ketidakadilan. 

Tapi tentu saja hak Pigai, terserah dia mau memposisikan dirinya dimana. Selama ini kan Pigai dikenal sebagai oposan yang cukup lantang. Kritikannya kepada penguasa cukup berbunyi dan tentu saja bikin panas kuping istana.

Dengan posisi Pigai yang baru ini, berada satu barisan dengan para sahabat ketidakadilan, mungkin saja Pigai akan mendapatkan keuntungan politik. Dalam hidup ada untung dan rugi. Kerugiannya, jika Pigai masih saja bersuara lantang sebagai oposan, maka suaranya nggak berbunyi lagi. Nggak punya nilai apa-apa. Ya itu konsekwensi pilihan Pigai. Nggak semua orang betah jadi oposan.

(Oleh: Balyanur)

PIGAI Bersahabat dengan ketidak adilan, dengan kezaliman itu bukan negarawan. Pigai menilai dirinya sendiri sebagai...

Dikirim oleh Bangrojak Indah pada Selasa, 09 Februari 2021