GAR ITB, Dari MUHAMMADIYAH Ke PKS

GAR ITB, Dari MUHAMMADIYAH Ke TARBIYAH

Dari 2000 orang yang kabarnya bergabung dengan GAR ITB (Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB) dan kompak menandatangani pelaporan Din Syamsuddin ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) sebagai tokoh radikal sehingga kiprahnya harus dihentikan di lingkaran kampus dan alumni ITB, Kenapa tidak ada seorang pun perwakilan mereka yang berani maju menghadapi publik?

Tunjukan bukti dimana letak keradikalan seorang Din Syamsuddin kepada publik. 

PP Muhammadiyah dan PBNU sudah bereaksi menangkal tuduhan mereka terhadap Pak Din, bahkan Mahfud MD dan Tjahyo Kumolo pun sudah berkomitmen tidak akan memproses pelaporan mereka tentang Din Syamsuddin. Gagal total ya, Bung! Selamat!😉

Tapi rupanya, GAR ITB tidak kehilangan akal untuk kembali membuat rusuh. Gagal menjatuhkan tokoh Muhammadiyah sekaliber Din Syamsuddin dan pemilik merk kosmetik Wardah yaitu Nurhayati, mereka kembali meneror kaum tarbiyah. Seorang dosen dilaporkan dan diminta diberhentikan dari aktivitas akademiknya di ITB hanya karena beliau pernah berafiliasi dengan PKS. Lucu sekaliiii.

Sejak kapan akademisi dilarang berpolitik?

Sejak kapan warga kampus dilarang menggunakan hak politik?

Emangnya kalo PNS gak punya hak politik?

Pembela dengungan GAR ITB pun lucu-lucu sekali. Mereka bilang PKS adalah kepanjangan tangan dari IM. BIN pun sudah mengantongi data dan buktinya.

Lah, isu PKS terafiliasi dengan IM itu sudah ada sejak jelang kampanye 2009. Didengungkan besar-besaran kembali di tahun 2013. Dijadikan bahan bullyan dan gunjingan pasca tertangkapnya LHI. Tapi koq sampai sekarang PKS masih berdiri?! 

Kalau sudah ada buktinya kenapa sampai sekarang tidak ada dari pihak negara memproses isu tersebut? Kenapa PKS tidak dibubarkan? Apakah kamu mau bilang negara berazaskan Pancasila ini permisif dengan ideologi IM? Atau karena negara enggan dengerin omonganmu karena emang gak ada bukti bahwa PKS terkait dengan IM? 

Coba kamu pikirkan itu, Bung! Mumpung kamu lagi sekubu dengan pemerintahan sekarang, kalau omonganmu benar, apa susahnya nyingkirin oposisi berperahu kecil macam PKS?! Iya, kannnn.

Lantas, kamu juga bilang kalau 90% kegiatan PKS didanai oleh asing. Saya tanya ke kamu, asing yang mana? Timur Tengah? Saudi kah? Kan kamu yang bilang Saudi melarang IM dan PKS adalah IM, koq bisa kamu malah nuduh negara yang melarang sebuah organisasi tumbuh di negerinya malahan membiayai tumbuh kembangnya di negara lain? Komplikelipet sekali pemikranmu! 😁

Atau mau nuduh IM yang biayain? Lah silahkan saja minta negara menyelidiki. Daripada lempar isu sana-sini dan ngaku golongan paling bersahaja tapi koq kerjaannya melempar tuduhan yang gak terklarifikasi sekaligus terverifikasi. Bisa fitnah itu jatuhnya, Bung!

Lagian lucuk banget, kalo PKS dapet dana sampe 90% dari asing, kenape timbang beli permen buat ngedudukin kadernye jadi wagub Jakarta ajah mereka gak mampu?! Situ kelewatan amat ngeledeknye? 🙄

Mungkin bagi GAR ITB gagal membungkam ikan besar, tapi bisalah membunuh ikan kecil. Muhammadiyah gagal digoyang, Tarbiyah yang diunyel-unyel. Dih!

Bukannya melahirkan gagasan ataupun teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan rakyat, ITB sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia seolah dibuat sibuk mengurusi dan mendengungkan isu-isu receh yang gak jelas juntrungannya.

Maka saya sepakat dengan MUI agar pihak yang berwenang mengusut tuntas siapa saja tokoh-tokoh yang berada di belakang pergerakan GAR ITB.

Makhluk-makhluk yang dipuja-puji sebagai generasi cerdas saat kuliah koq setelah lulus bukannya berguna malah meresahkan!

(By Aisha Rara)

GAR ITB, DARI MUHAMMADIYAH KE TARBIYAH Dari 2000 orang yang kabarnya bergabung dengan GAR ITB dan kompak menandatangani...

Dikirim oleh Aisha Rara pada Sabtu, 13 Februari 2021