Arogansi Pandir

Arogansi Pandir

Yang memahami ghazwul-fikri (perang pemikiran), sudah hafal, bahwa salah satu modusnya adalah melakukan de-sakralisasi Islam, baik konsep maupun metodenya. Agar Islam dipandang sama dengan konsep lainnya yang lahir dari pemikiran manusia, karena itu bisa benar dan bisa salah.

Proses de-sakralisasi ini misalnya terjadi pada Al-Qur'an, rujukan utama agama Islam. Mereka katakan Al-Qur'an memang dari Allah, tapi manusia tak mungkin memahami Al-Qur'an secara hakiki, melainkan hanya tafsiran pikiran manusia, jadilah Al-Qur'an tidak sakral.

Bahkan mereka mengatakan Al-Qur'an tidak lebih hanya dokumen sejarah, hanya teks yang dianggap suci, karena itu Al-Qur'an dianggap sama seperti referensi-referensi lain. Proses de-sakralisasi ini juga terjadi pada konsep atau metode Islam lain seperti hadits dan term khilafah.

Proses de-sakralisasi yang marak akhir-akhir ini, yaitu framing bahwa Islam adalah agama dari Arab, dan ini sama seperti de-sakralisasi yang lainnya. Pada intinya Islam itu buatan manusia, bukan dari Allah, tak ada beda dengan sunda wiwitan, kaharingan, atau keyakinan lokal lainnya.

Sama seperti framing bahwa bendera tauhid berlafadz syahadat adalah bendera ISIS atau HTI, hingga hilang ke-sakral-annya, hingga boleh dibakar, boleh dirampas, ataupun boleh difitnah dan dicela. Begitulah proses de-sakralisasi ini ditujukan agar Islam direndahkan dari posisinya.

Bila kita mengaitkan ini semuanya, kita jadi paham, tak ada diksi yang tak disengaja, semua kata dan kalimat yang di-twit, di-caption, dan di-sampaikan oleh para pengasong pemikiran kufur ini, memang bagian dari perang pemikiran yang sudah terjadi sejak lama.

Dari kalimat "Diatas hukum agama ada hukum konstitusi", "Hadits itu tidak autentik karena ditulis 200 tahun sejak Nabi", "Bendera tauhid adalah bendera teroris", sampai "Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab", semuanya di garis yang sama, de-sakralisasi.

Saksikan saja, mungkin bagi sebagian orang bingung, bagi yang memahami ghazwul-fikri, tidak ada yang aneh, begitulah memang kebencian yang akan selalu ditampakkan mereka. Perhatikan saja sekarang, Allah membuka pada kita, siapa pendukung mereka yang benci pada Islam.

Sekilas ini seperti yang Allah nasihatkan di QS 3: 118-120. Allah tutup dengan: "Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan", begitu.

Allah janji, kebathilan pasti akan lenyap satu-persatu, menarik ke dalam jurang kehinaan bagi tiap pengasongnya, para pembelanya, para pembelanya dalam senyap, para pendananya, juga para perencananya.

(By Felix Siauw)

Baca juga :